Kab Bandung Bakal Jadi Sentra Bawang Putih Nasional

oleh -21 Dilihat
oleh
Komisi IV DPR RI, bersama Kementeri Pertanian dan Perum Bulog, PT Pertani, saat kunker ke Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kab Bandung, Selasa (30/5). by bbcom
Komisi IV DPR RI, bersama Kementeri Pertanian dan Perum Bulog, PT Pertani, saat kunker ke Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kab Bandung, Selasa (30/5). by bbcom
Komisi IV DPR RI, bersama Kementeri Pertanian dan Perum Bulog, PT Pertani, saat kunker ke Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kab Bandung, Selasa (30/5). by bbcom

RANCABALI – Komisi IV DPR RI, bersama Kementeri Pertanian dan Perum Bulog, PT Pertani, melakukan kunjungan kerja ke Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kab Bandung, Selasa (30/5/17).

Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo menerangkan kunker yang dilakukan pihaknya adalah untuk melihat kondisi riil di daerah penghasil bawang putih yang ternyata petani bawang putih justru tidak menikmati dari meroketnya harga. Oleh karena itu, dirinya meminta agar pemerintah memperbaiki tata kelola.

“Selama ini bawang putih hampir 95 persen impor atau 500 ribu ton per tahun. Ternyata tempat bawang putih terbaik di Indonesia adalah Desa Alam Endah, Rancabali. Ini salah satu bukti di lapangan kita mampu produksi,”kata Edhy.

Namun sayangnya, terjadinya perubahan di pasar ternyata tidak diikuti oleh pendapatan di tingkat petani dan petani tetap terintimidasi oleh harga. Kondisi tersebut diakui Edhy sudah dipelajarinya sejak tiga tahun lalu.

Menurutnya pemerintah jangan kalah siasat dengan kelompok pengambil untung sesaat. Publik harus membuka mengenai kondisi yang mengkhawatirkan karena dengan volume impor yang tinggi harga bawang putih tetap tinggi. Padahal harga asli dari Cina hanya Rp16 ribu per kilogram. Bukan berarti para importir dan pengusaha tidak boleh untung, tukas Edhy, namun keuntungan harus wajar.

“Naik atau cari untung tentu saja boleh, jangan terlalu tinggi, maksimal Rp 15 ribu. Kita seolah membiarkannya, padahal tata kelolanya harus diperbaiki,” ujar Edhy.

Jika ada indikasi pelaku spekulan, menurutnya Satgas Pangan harus segera menangkapnya. Pada APBN Perubahan pihaknya akan mengevaluasi kebijakan termasuk penganggaran untuk penguatan swasembada bawang putih dengan memanfaatkan anggaran dari pos yang tidak terserap dengan baik.

Disinggung mengenai langkah konkrit perbaikan tata kelola, politisi Fraksi Partai Gerindra ini menyatakan pemerintah harus konsisten dalam menjalankan UU Pangan yang mewajibkan pada Oktober 2015 berdirinya Badan Pangan Nasional. Saat ini, belum jelas arahnya wacana lembaga pangan. “Badan pangan ini harusnya jadi pusat tata kelola. Negara kita mampu produksi apa saja,” tandasnya.

Baca Juga  Bawang Putih Rancabali Kolaps Sejak 1980-an

Anggota Komisi IV DPRRI lainnya, Cucun A Syamsurizal yang juga berasal sari daerah pemilihan Kabupaten Bandung menambahkan, ia siap mendorong anggaran sebesar-besarnya ke Kabupaten Bandung. Jika pemerintah serius akan menjadikan Kabupaten Bandung sebagai salah satu sentra bawang putih di Indonesia.

“Saya siap membawa anggaran sebesar-besarnya ke Kabupaten Bandung. Jika pemerintah serius akan menjadikan Kabupaten Bandung sebagai salah satu sentra pertanian bawang putih,” tegas Cucun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.