
PANGALENGAN – Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Nurchahyanto, M.Sc melantik dan menyumpah prajurit lulusan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Gelombang I Tahun 2018, di Dodik Tamtama Pangalengan Rindam III/Siliwangi Kab. Bandung, Sabtu (8/9/18).
Prajurit Tamtama Muda yang dilantik dan disumpah tersebut berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda. Ada yang berasal dari petani, wiraswasta, keluarga TNI bahkan ada juga anak dari tukang becak.
“Selamat kepada orang tua yang telah mendukung putranya selama pendidikan, juga selamat atas keberhasilan para Prajurit Tamtama Muda dalam mengikuti dan menyelesaikan pendidikan selama lebih kurang empat bulan lamanya dan selamat bergabung menjadi keluarga besar TNI AD” ucap Kasdam dalam sambutannya.
Menurutnya hari ini merupakan moment bersejarah prajurit tamtama muda. “Karena mulai hari ini kalian resmi dilantik dan disumpah menjadi Prajurit TNI AD dengan Pangkat Prajurit Dua,” imbuhnya.
Mulai hari ini juga para prajurit harus menunjukan dirinya Prajurit Sapta Marga yang selalu berpegang teguh pada Sumpah Prajurit, siap mengabdi pada bangsa dan negara.
” Dengan telah menyandang Pangkat Prajurit Dua, jangan membuat kalian jadi sombong dan sebaliknya kalian harus memahami bahwa ditengah-tengah masyarakat kalian menjadi contoh dalam kesederhanaan, sekaligus dapat membantu mengatasi kesulitan rakyat,” pesan Kasdam.
Prajurit harus bertekad mengabdi kepada bangsa dan negara serta selalu mengayomi rakyat . Dengan berakhirnya masa pendidikan bukan berarti tugas belajar dan berlatih sudah selesai. Justru ini merupakan langkah awal karena para prajurit akan mengikuti pendidikan berikutnya di Pusdik-pusdik sesuai dengan kecabangan masing-masing.
“Setelah dididik dan dilatih kalian harus menjadi Prajurit TNI AD yang tangguh yaitu prajurit yang jago perang, jago tembak, jago bela diri, memiliki fisik yang prima dan manunggal serta dicintai rakyat “, tegasnya.
“Setelah menjadi prajurit TNI AD kalian harus patuh, loyal dan taat kepada atasan, bekerja keras, tabah dan berani menghadapi resiko apapun, serta jadilah sosok prajurit yang mempunyai militansi tinggi dan pantang menyerah,” kata dia.
Pada penutupan pendidikan ini para prajurit remaja menampilkan kemampuan dan keterampilan yang diperolehnya selama pendidikan diantaranya bongkar pasang senjata, simulasi halang rintang, kolaborasi Yong Mo Do dan BDM serta kolone senapan. ***