Tanam Cabai, Ini Keuntungan yang Diraih Para Petani

oleh -31 Dilihat
oleh
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung H. A Tisna Umaran dan para petani melaksanakan panen raya cabai di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Selasa (25/10)./bb2/bbcom/

PANGALENGAN,balebandung.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Pertanian melaksanakan panen raya cabai dan penyerahan bantuan sarana alat mesin pertanian di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Selasa (25/10/2022).

Panen raya cabai yang dilaksanakan langsung Bupati Bandung HM Dadang Supriatna, Kepala Dinas Pertanian H. A Tisna Umaran, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Osin Permana dan para petani lainnya dalam rangka penanganan inflasi daerah di Kabupaten Bandung 2022.

Di sela-sela pelaksanaan panen raya cabai, Bupati Bandung mengajak kepada masyarakat yang memiliki lahan kosong untuk segera dimanfaatkan menanam cabai.

“Menanam cabai itu bisa menghasilkan Rp 400 juta per tahun, dari lahan seluas 1 hektare. Bisa digunakan untuk membeli lahan pertanian padi atau sawah,” kata Dadang Supriatna.

Bupati Bandung pun fokus pada peningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Bandung. “Pada tahun depan, Pemkab Bandung akan membantu program untuk para petani, yaitu subsidi pupuk,” kata Dadang Supriatna.

Ia menyebutkan, bahwa dengan menanam cabai, dan dapat menghasilkan ekonomi bagi para petani yang sangat mumpuni, maka secara otomatis akan mengendalikan inflasi daerah.

Bupati Bandung pun melihat bahwa potensi lahan pertanian di Kabupaten Bandung mencapai 20.000 hektare itu, di antaranya 10 persen dari luas lahan itu yang mencapai sekitar 2000 hektare bisa menghasilkan nilai ekonomi yang sangat besar. “Dengan satu hektare lahan pertanian cabai dapat menghasilkan Rp 400 juta, jadi potensi pertanian di Kabupaten Bandung bisa mencapai triliunan rupiah per tahun,” ujar Dadang Supriatna.

Untuk itu, Bupati Bandung meminta data base ke Dinas Pertanian, untuk mengetahui masing-masing pelaku usaha dalam bidang pertanian apa saja, sesuai dengan kondisi dan situasi Kabupaten Bandung.

Baca Juga  Hari Pertama Gebrakan Satgas PPR-PBG-PB, Bupati Kang DS: Jangan Sekadar Cari Keuntungan di Kab Bandung

“Karena itu, kita akan terus mendorong para petani dalam peningkatan ekonomi,” katanya.

Salah satu bentuk dorongan pemerintah kepada para petani itu, katanya, di antaranya memberikan motivasi kepada para petani untuk melakukan inovasi dan terobosan. “Misalnya, memfasilitasi para petani menjual hasil pertanian langsung ke konsumen atau melalui program puas,” katanya.

Menurutnya program puas itu, Dinas Pertanian bekerjasama dengan Ormas Islam. “Program puas ini untuk memberikan semangat kepada para petani. Dengan harapan, ekonomi para petani bisa terus meningkat,” ujarnya.

Pemkab Bandung juga memberikan jaminan kepada para petani, di antaranya melalui layanan asuransi. Jika petani mengalami gagal panen, bisa mendapatkan asuransi sebesar Rp 6 juta/ha.

“Namun untuk sapi mendapatkan asuransi Rp 10 juta,” katanya.
Bupati Bandung pun menjelaskan bahwa Pemkab Bandung pada tahun depan akan memberikan bantuan hibah kepada para petani sebesar Rp 25 miliar.

“Hibah ini untuk mendorong para petani. Kenapa Pemkab Bandung memberikan hibah ke para petani, mengingat bidang pertanian yang harus dipertahankan,” ujar orang nomor satu di Kabupaten Bandung.

Di tengah adanya pertanian dari pemerintah itu, Bupati Bandung berharap petani melakukan langkah-langkah dan inovasi. Tak hanya itu, Dadang Supriatna pun berharap untuk membuat grand desain yang berkaitan dengan sektor pertanian. Hal itu untuk mengetahui produksi pertanian yang dihasilkan di Kabupaten Bandung apakah dipasarkan di Kabupaten Bandung, selain regional maupun internasional. “Hasil pertanian sudah ada yang diekspor,” katanya.

Bupati Bandung pun melihat masih cukup tinggi potensi pasar pertanian di Kabupaten Bandung. Di antaranya, kebutuhan produksi susu sapi baru terpenuhi 20 persen, sedangkan sisanya 80 persen import.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung H. A Tisna Umaran mengatakan potensi lahan pertanian cabai di Kabupaten Bandung mencapai ribuan hektare, yang saat ini sedang memasuki masa panen raya.
“Panen raya cabai ini dalam upaya mengendalikan inflasi, setelah di belahan dunia dihadapkan pada krisis pangan dan energi,” ujarnya.

Baca Juga  Kang Aher Dukung Penuh Paslon Bedas di Pilbup Bandung

Tisna Umaran mengatakan, sektor pertanian membuktikan pada saat krisis moneter, bahwa sektor pertanian yang paling bertahan.
“Para petani berjibaku memproduksi bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Tisna Umaran berharap, produksi pertanian cabai, bawang merah, dan beras dapat mengendalikan inflasi.
“Para petani berusaha untuk mempertahankan produksi pertanian itu dengan cara melakukan penyemprotan, untuk menghindari gagal panen,” katanya.
Tak hanya itu, kata Tisna Umaran, pemerintah juga memberikan bantuan prasarana alat mesin pertanian, selain pompa air, festisida dan hal lainnya yang dibutuhkan para petani untuk mengendalikan inflasi di daerah.

“Di sektor hilir, kita juga melaksanakan gerakan petani menjual hasil pertanian langsung ke konsumen. Petani maupun konsumen sama-sama diuntungkan,” katanya.

Tisna Umaran juga berharap para petani bisa menjual langsung ke hotel, rumah sakit, maupun komplek perumahan. “Alternatif baru, bahwa petani menjual langsung ke konsumen dengan melibatkan Ormas Islam,” ujarnya.
Petani bisa menjual langsung ke hotel, rumah sakit, komplek perumahan, alternatif baru petani menjual langsung ke konsumen.

“Ini dalam upaya pendekatan dari para petani menjual langsung ke konsumen,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.