
BANDUNG – Debat Publik ketiga Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat diharapkan bisa lebih meyakinkan 31,7 juta pemilih di Jawa Barat untuk memilih salah satu paslon pilihannya. Dalam Debat Publik Pilgub Jabar yang terakhir ini para paslon juga bisa menyampaikan informasi secara masif dan diharapkan pula memenuhi kebutuhan pemilih.
“Debat publik yang terakhir untuk Pilgub Jabar 2018 ini guna menyempurnakan kewajiban KPU memenuhi kebutuhan publik,” ungkap Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat dalam sambutannya di Sudirman Grand Ballroom, Jl. Jenderal Sudirman Bandung, Jumat (22/6/18).
Melalui debat ini, imbuh Yayat, para pemilih bisa mendapat informasi langsung dari paslon. Yayat juga mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi, yang telah memberi rasa aman kepada KPU, paslon, dan pemilih.
Debat kali ini bertema Pembangunan Manusia yang Berkualitas untuk Kemajuan Jawa Barat. Panelis terdiri atas Prof. Muhammad Najib, Prof. Utang Suwaryo, Prof. Karim Suryadi, dan Prof. Eli Malihah.
Sesuai rencana, selepas sesi debat para paslon menyampaikan kata baik terhadap paslon lainnya. Paslon Hasanudin-Anton Charliyan yang ditunjuk pertama menyampaikannya dengan do’a. Cagub Hasanuddin menyampaikan ketiga cagub lain merupakan para sahabatnya.
Paslon Sudrajat-Ahmad Syaikhu menyebut paslon lain berbudi pekerti, Paslon Deddy-Dedi menyebut Rindu Hasanah Asyik, dan Paslon Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum menyebut paslon lain sebagai gagah, kasep, dan teladan.***