Balebandung.com – Pada tahun itu pula Ukur menuntaskan masa perjakanya. Ia menikah. Seorang dara putri Prabu Geusan Ulun bernama Nyai Nonon Saribanon menjadi
Tag: Novel Dipati Ukur
Dipati Ukur; Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [25]: Di Tanah Jawa Haram Ada Dua Matahari
Balebandung.com – Tubuh Ukur ringan saja melompati benteng Kabupaten meski di bahunya sebatang mayat tambun memberatinya. Bila saat itu ia tengah berada di
Dipati Ukur; Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [24]: Seorang Bupati Pemelihara Rawa Rontek
Balebandung.com – Esoknya sebagaimana waktu yang ia janjikan, pecat sawed, Ukur telah berdiri di Balairung Kabupaten Tatar Ukur. Ukur sempat merasakan keganjilan manakala tadi
Dipati Ukur; Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [23]: Sutapura Bupati Durhaka
Balebandung.com – Ukur minta Nini menyiapkan sepuluh potong surabi. Dengan surabi itu ia menghampiri rumah Bupati Sutapura. Begitu jarak dirinya dengan gerbang rumah
Dipati Ukur ; Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [22]: Pemimpin yang tak Disukai Warganya
Balebandung.com – Meski ribet Ukur tetap memuatkan tiga buntalan harta yang telah dikumpulkan kawanan Ki Blontang itu ke kudanya. Ia sadar, jerih payahnya membawa
Dipati Ukur ; Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [21]: Dari Kelambu Ranjang yang Terbuka
Balebandung.com – Ketiga kawanan maling itu segera memasuki kamar-kamar yang ada. Ternyata tengkulak iitu benar-benar seorang yang kaya raya. Dari setiap kamar yang mereka
Dipati Ukur: Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [20]: Aji Sirep Warisan Kaum Durga
Balebandung.com – Namun Tejo tak punya kesempatan memikirkan siapa penunggang kuda putih itu lebih lanjut. Kedua rekannya segera melecut kuda mereka sekencangnya sehingga
Dipati Ukur: Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [19]: Para Maling dari Wetan
Balebandung.com – Ketiga orang utusan Senapati Ronggonoto itu memacu kuda mereka cepat-cepat. Tak ada satu pun dari ketiga orang itu yang menampakkan raut wajah
Dipati Ukur: Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [18]: Kehormatan Sekanjut Kepeng
Balebandung.com – Tak lama kemudian penjaga yang tadi berlari menuju keraton Tatar Ukur datang. Kali ini jauh lebih tergesa dibanding saat ia berangkat. Ia
Dipati Ukur; Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [17]: Sarapan Pagi dengan Bakar Mencek
Balebandung.com – Ukur bersyukur dirinya telah berani bertanya langsung. Bayangkan, bila ia tetap memelihara pertanyaannya, memelihara kekecewaannya kepada Rangga Gempol, sampai kapan pun nonoman
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.