
MAJALAYA – Calon Gubernur Jawa Barat Nomor 2 Tubagus Hasanuddin meninjau warga terdampak banjir di Kecamatan Majalaya dan Ibun, Kabupaten Bandung, Minggu (4/3/18).
Cagub yang disapa Kang Hasan ini blusukan meninjau permukiman warga yang sempat terendam banjir besar pada Kamis (22/2/18) lalu di Kampung Rancabali Desa Majakerta Kecamatan Majalaya dan terus berjalan kaki menyusuri jalan kampung dan gang sempit hingga Desa Tanggulun Kecamatan Ibun.
Di Kampung Rancabali Desa Majakerta, warga menyambut hangat kunjungan cagub ke kampungnya. Mereka memang mengharapkan kehadiran calon gubernur ke tempatnya untuk mendapatkan perhatian dan menyampaikan aspirasi.
Didampingi anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Yadi Srimulyadi, anggota DPRD Jabar Nia Purnakania, dan anggota DPRD Kabupaten Bandung Yayat Hidayat, Kang Hasan pun menyambangi rumah warga secara door to door untuk yang sempat terendam banjir sembari mengungkapkan keprihatinannya.
Saat berjalan kaki menyusuri jalan kampung, tak disangka Kang Hasan mendapat sambutan antusias dari anak-anak kampung tersebut yang terus menerus menerikan yel-yel “Hidup Nomer Dua!” sambil mengacungkan dua jari kepada Kang Hasan. Sementara orangtuanya mengacung-acungkan kalender bergambar paslon Hasanah (Hasan-Anton Amanah).
Mendapat sambutan ceria dari anak-anak, Kang Hasan pun bertegur sapa dengan mereka dan bercanda tawa. Saking semangatnya anak-anak kampung, Kang Hasan pun mengajak mereka bernyanyi. Ia mengajak mereka bernyanyi lagu wajib nasional “Bagimu Negeri” dan anak-anak pun kompak bernyanyi.
Tanpa disadari dan secara spontanitas, Kang Hasan sudah memberikan hiburan sekaligus trauma healing kepada anak-anak terdampak banjir Majalaya. Apalagi mengingat banjir Majalaya kali ini merupakan terparah sejak 10 tahun terakhir. Sisanya, Kang Hasan pun menerima aspirasi dari warga terdampak banjir.
“Banjir Majalaya yang saat in imerupakan yang terparah sejak beberapa tahun terakhir, makanya saya datang ke sini. Tadi kita dengar dari masyarakat pun mengungkapkan, banjir bukannya makin surut, tapi dari tahun ke tahun melah makin naik, tambah parah,” ungkap Kang Hasan kepada wartawan di sela kunjungannya.
Kang Hasan mengakui meski berbagai upaya sudah ditempuh untuk mengatasi banjir Kabupaten Bandung ini, tapi upaya tersebut masih kalah sehingga belum mampu menekan kerugian akibat bencana banjir.
“Harus ada upaya yang lebih optimal. Antara anggaran yang dikeluarkan negara dengan hasilnya, harus signifikan. Padahal tiap tahun anggaran untuk mengatasi banjir ini terus bertambah, makanya ini patut dipertanyakan,” ungkap Kang Hasan. []