SOREANG – Tanamkan cinta lingkungan di kalangan muda, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung menggelar sosialisasi dan Aksi Krida Satuan Karya Pramuka (Saka) di 3 lokasi sekaligus, yakni Kantor DLH Kab Bandung, Taman Kota Soreang dan Perumahan Gading s Tutuka 1.
Kepala DLH Kabupaten Bandung Asep Kusumah,S.Sos.,M.si mengatakan, acara yang melibatkan 4 kwaran tersebut yakni Soreang, Katapang, Kutawaringin dan Margahayu, bertujuan untuk penguatan edukasi tentang lingkungan bagi segmentasi Pramuka Penegak juga masyarakat lainnya.
“Ini kita gelar, selain untuk mendukung Adipura di 4 wilayah, juga turut mengedukasi para pemuda sebagai agen perubahan dalam hal melestarikan lingkungan di masa depan,” terang Asep di sela sosialisasi di Taman Kota Soreang, Jumat (29/9/17).
Setelah diberi sosialisasi, lanjutnya, para anggota pramuka langsung melakukan giat konservasi dan kampanye lubang cerdas organik (LCO), termasuk mensosialisasikan kembali pada masyarakat mengenai pengendalian lingkungan.
“Setelah dibekali materi sosialisasi di Kantor DLH, 100 pesera terjun langsung ke Taman Kota Soreang dan Perum Gading Tutuka untuk melakukan konservasi dan kampanye LCO juga penanaman pohon kayu-kayuan dan buah,” tuturnya.
Kepala Bidang Konservasi dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan DLH Kab Bandung Windya Wardhani ST.,M.Sc. mengatakan, Sosialisasi dan Aksi Krida Saka Kalpataru bertujuan menumbuhkan cinta lingkungan di kalangan generasi muda sebagai agen perubahan.
“Saka Kalpataru merupakan stakeholder yang penting bagi pelestarian lingkungan. Ini juga sebagai cara mendidik pemuda agar mencintai lingkungan,” kata Inda.
Nantinya para pemuda yang tergabung dalam Saka Kalpataru akan dididik mencintai lingkungan dengan melakukan kegiatan yang meliputi tiga krida, yakni Krida 3R (reduce, reuse, recycle), Krida Perubahan Iklim, dan Krida Konservasi Keanekaragaman Hayati.
“Krida yang dimaksud adalah satuan terkecil dari Saka Kalpataru. Sebuah wadah kegiatan keterampilan, pengetahuan, dan teknologi bagi anggotanya, yang nantinya bisa ditularkan kepada kawan-kawannya atau masyarakar luas lainnya,” imbuh Inda.
Saka Kalpataru sendiri merupakan wadah pendidikan dan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega (anggota Pramuka usia 16-25 tahun), untuk menyalurkan minat dan bakat, khususnya yang berkaitan dengan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
“Mereka kita bekali materi tentang pengendalian lingkungan. Setelah teori, kemudian semua peserta diberikan edukasi juga melihat mesin pemanen air hujan, tanaman hidroponik serta proses pemilahan sampah, yang lokasinya di kawasan kantor,” urainya.
Pihaknya berharap dengan adanya acara ini akan bisa merubah karakter para siswa, supaya tidak hanya pintar pelajaran, tapi juga peduli dengan lingkungan sekitar. Sebab menurutnya dengan menjaga lingkungan, sumber kehidupan lain bisa tumbuh.