12 Kabupaten Terbaik Bersaing Raih Nirwasita Tantra

oleh -28 Dilihat
oleh

SOREANG – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), akan memberikan penghargaan Nirwasita Tantra kepada kepala daerah yang berhasil melakukan pengelolaan administrasi dan kepemimpinan lingkungan terbaik, sehingga memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Penghargaan ini direncanakan akan diserahkan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2018.

“Kepala daerah penerima penghargaan Nirwasita Tantra mencerminkan adanya leadership yang kuat dalam menjaga lingkungan demi kesejahteraan masyarakat,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian LHK Bambang Hendroyono dalam rilisnya di Jakarta.

Bambang berharap, dari ajang penghargaan Nirwasita Tantra akan muncul inovasi dan terobosan dalam mengatasi permasalahan lingkungan, dengan sinergitas stakeholder terkait. Penghargaan tersebut akan diikuti peserta lolos tahap akhir, yakni 6 provinsi, 12 kotamadya dan 12 kabupaten, dengan tujuan untuk mendorong percepatan perbaikan kualitas lingkungan.

Dasar pemberian penghargaan Nirwasita Tantra dinilai dari Dokumen Laporan Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD) yang disusun setiap tahun oleh provinsi, kabupaten/kota.

“DIKPLHD disusun oleh tim yang dibentuk oleh kepala daerah, yang keanggotaannya melibatkan unsur-unsur perangkat daerah (PD) terkait, perguruan tinggi, & lembaga masyarakat. Tim tersebut harus dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kepala Daerah agar terbina relasi yang harmonis antara pihak eksekutif dan pihak legislatif di daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup yang baik,” terang Bambang.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH,S.Ip mengatakan dalam pengelolaan lingkungan, Pemkab Bandung sudah melakukan upaya maksimal melalui inovasi program yang melibatkan semua element, baik pemerintah, pihak swasta juga masyarakat dan relawan.

“Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup se dunia tingkat provinsi Jawa Barat, kami meraih dua penghargaan Raksa Prasada, yakni kategori DIKPLHD dan Sekolah Berbudaya Lingkungan. Setelah Raksa Prasada, dengan inovasi orisinil Kabupaten Bandung terhadap penyelesaian persoalan lingkungan, sasaran meraih Nirwasita Tantra, semata-mata untuk menjadi tolak ukur keberhasilan kami dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan sesuai prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan, sehingga mampu memperbaiki kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Bandung,” papar Bupati Bandung saat ditemui di rumah jabatannya di Soreang, Rabu (29/8/18).

Baca Juga  Dewan Setujui 6 Raperda

Pembangunan di bidang pengelolaan lingkungan, kata Dadang, jadi salah satu program prioritas yang terus menerus digalakkan oleh Pemkab Bandung. Karena menurutnya, berbagai upaya yang sudah digulirkan pemerintah belum berdampak signifikan bagi perbaikan kualitas lingkungan di Kabupaten Bandung.

“Persoalan lingkungan di Kabupaten Bandung masih menjadi pekerjaan besar yang belum kunjung usai. Selain menjadi prioritas program pembangunan pemerintah, penyelesaiannya juga sudah diintegrasikan dengan seluruh pihak, namun hasilnya masih belum signifikan. Untuk itu kita berharap masyarakatlah yang menjadi sumber solusi pengelolaan sampah, minimal di rumah dan lingkungan tempat tinggalnya mereka tertib mengelola sampah,” ungkapnya.

Pada penilaian tahap akhir, Kabupaten Bandung akan bersaing dengan 11 Kabupaten dari seluruh Indonesia, diantaranya Kabupaten Lumajang, Malang, Jember, Pesisir Selatan, Sukoharjo, Buleleng, Boyolali, Dharmasraya, Bangka Tengah, Pelalawan dan Kabupaten Tanah Bumbu. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.