14 Pasangan Pengantin Disabilitas Nikah Massal

oleh -38 Dilihat
oleh
Wagub Jabar Deddy Mizwar bersama istri Giselawati Mizwar merasakan sensasi pijatan penyandang tunanetra usai nikah massal penyandang disabilitas di halaman Gedung Sate, Rabu (17/5). by Humas Pemprov Jabar
Wagub Jabar Deddy Mizwar bersama istri Giselawati Mizwar merasakan sensasi pijatan penyandang tunanetra usai nikah massal penyandang disabilitas di halaman Gedung Sate, Rabu (17/5). by Humas Pemprov Jabar

GESAT – Sebanyak 14 pasangan pengantin penyandang disabilitas ikut nikah massal di halaman Gedung Sate, Rabu (17/5/17). Acara yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Mimbar Hiburan Amal Bagi Duafa (MHABD) ini, memecahkan rekor sebagai pernikahan massal penyandang disabilitas terbanyak dari Original Rekor Indonesia (ORI).

Dalam pernikahan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menjadi saksi pernikahan para pasangan pengantin yang rata-rata penyandang tunanetra dengan berbagai usia dan berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat.

“Ini kegiatan sosial yang sangat positif. Kaum dhuafa menikah itu biasa kan, tapi kalau ini kaum difabel jadi belum pernah ada sebelumnya sebanyak ini,” ujar Deddy.

Sebagai warga negara, tandas wagub, hak-hak para difabel juga harus terpenuhi. “Hak-hak mereka sebagai warga negara terpenuhi dan kita harus fasilitasi,” ujarnya.

Selain itu, para penyandang disabilitas di Jawa Barat kini telah memiliki banyak keterampilan dan telah mampu melakukan kemandirian ekonomi. “Sekarang ini pemberdayaannya juga dibutuhkan, kita lihat mereka punya keterampilan untuk kemandirian ekonomi,” tutur Deddy.

Selain pernikahan massal dalam acara tersebut juga digelar pemijatan yang dilakukan oleh 100 orang penyandang tunanetra terampil kepada 1001 peserta yang juga sekaligus memecahkan Rekor ORI.

Dalam kesempatan tersebut Deddy pun mencoba merasakan sensasi pijatan dari salah seorang penyandang tunanetra. “Enak pijatannya, kebetulan juga saya lagi flu berat malah sudah hampir tidur tadi saking enaknya,” ucapnya.

Pada kesempatan itu pula dibagikan 1.000 paket bingkisan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Panitia MHABD 2017, Ina Wiyandini mengatakan, tahun ini merupakan penyelenggaran yang ke-28 kali. Semula pelaksanaan MHABD ditempatkan di Pendopo Kota Bandung, namun sesuai dengan semangat berbagi yang lebih luas, penyelenggaraan beralih ke di Gedung Sate. “Harapannya ke depan, bukan hanya di Kota Bandung saja tetapi juga di kota-kota lain di Jawa Barat,” kata Ina.

Baca Juga  Belasan Warga Berkebutuhan Khusus Mainkan Alat Musik Jimbei

Ina menyebut alumni nikah massal MHABD sampai saat ini, sudah mencapai lebih dari 200 orang. Di penyelenggaraan tahun ini bukan hanya tunanetra saja yang dinikahkan, tapi juga para penyandang disabilitas.

“Para alumni nikah massal ini tidak hanya dinikahkan, tetapi juga diberikan pelatihan kewirausahaan,” tuturnya. Hal ini tentu sejalan dengan program Pemprov Jabar dalam menciptakan 100.000 wirausaha baru di Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.