165 Desa Bentuk Kelompok Ecovillage

oleh -26 Dilihat
oleh
 Bupati Bandung H. Dadang Mohamad Naser saat diseminasi pengembangan ecovillage di Gedung Moch Toha-Soreang, Selasa (2/8). by Humas Pemkab Bandung
Bupati Bandung H. Dadang Mohamad Naser saat diseminasi pengembangan ecovillage di Gedung Moch Toha-Soreang, Selasa (2/8). by Humas Pemkab Bandung

SOREANG – Sedikitnya 165 desa yang tersebar di 22 kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung membentuk kelompok Ecovillage atau desa berbudaya lingkungan. Jumlah ini menempatkan Kabupaten Bandung sebagai Kabupaten terbanyak dalam membentuk ecovillage dibanding kabupaten/ kota lain di Jawa Barat. Ecovillage sengaja dibentuk dalam kerangka mendukung terwujudnya gerakan Citarum Bestari (Bersih, Sehat, Lestari dan Indah) yang dicanangkan mulai 2014.

“Pada tahun 2014 dimulai dengan membentuk ecovillage di 55 desa yang tersebar di 5 Kecamatan, menginjak tahun 2015 dibentuk lagi di 62 desa yang tercangkup di 8 Kecamatan, dan tahun 2016 ini kita bentuk lagi di 48 desa yang ada di 9 kecamatan, jadi keseluruhnya sekarang ada 165 desa,” sebut Bupati Bandung H. Dadang Mohamad Naser, SH.,M.Ip.,M.Ipol saat diseminasi pengembangan ecovillage di Gedung Moch Toha-Soreang, Selasa (2/8/16).

Bupati menerangkan urgensi dari program ecovillage adalah membangkitkan kembali nilai-nilai budaya sunda yang sudah terlindas oleh kondisi masa kini. Untuk itu, di Kabupaten Bandung sejak beberapa tahun lalu dicanangkan program “Sabilulungan Raksa Desa” yang berintikan menjaga atau memelihara kondisi rumah, air bersih, kakus, sampah dan alam sekitar. ”Antara Program Citarum Bestari dan Sabilulungan Raksa Desa tidak ada perbedaan, tinggal disinergikan saja.” tandas Dadang.

Kepala BPLHD (Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah) Jawa Barat, DR.Ir Anang Sudarna, M.Sc.,Phd, menambahkan Gerakan Citarum Berstari merupakan program super prioritas di Jawa Barat yang harus segera diwujudkan. Mengingat aliran Sungai Citarum yang kualitasnya kini sudah menurun, banyak menyangkut kepentingan banyak orang khususnya yang berada di 10 Kabupaten / Kota di Jawa Barat dan jutaan penduduk Jakarta.

Menurunnya kualitas Sungai Citarum menurut Anang disebabkan perilaku sebagian pihak yag kurang peduli terhadap kelestarian Citarum. Bahkan faktor perilaku jadi akar masalah menurunnya kualitas aliran Sungai Citarum. ”Untuk mengubah situasi ini, maka kita bentuk ecovillage di setiap desa, yang intinya membangun desa dengan konsep budaya lingkungan,” jelas Anang.

Baca Juga  TKW Asal Ciparay Disiksa Suaminya di Taiwan

Ecovillage yang dibentuk di setiap desa, imbuh dia, dipergerakan oleh sedikitnya 20 orang warga desa yang memiliki profesi berbeda, mulai dari tokoh pemuda, guru, ulama dengan sistem riungan. Pola yang ditempuh oleh masing-masing kelompok ecovillage di setiap desa bisa saja berbeda, sesuai dengan kearifan lokal yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.