
BANDUNG – Sepanjang tahun 2016, Polda Jabar melakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap ke 19 anggota Polri dan seorang PNS Polri di Jajaran Polda Jabar. Ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015 di mana Polda Jabar melakukan PTDH sebanyak 14 anggota Polri.
“Untuk yang di PTDH mengalami peningkatan sebanyak 42,86 persen di tahun 2016,” jelas Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charlian kepada wartawan dalam siaran pers akhir tahun 2016, di ruang Riung Mumpulung, Mapolda Jabar, Jumat (30/12/16).
Dari ke 19 anggota Polri yang di PTDH, lanjut kapolda, seorang merupakan perwira menengah berpangkat kompol dan sisanya adalah bintara dari pangkat Briptu hingga ke pangkat Aiptu, serta seorang lagi adalah PNS Polri. “Mereka melakukan tindak pidana beragam dari pemerasan, pencurian kendaraan bermotor, penganiayaan, dan Narkoba,” beber Anton.
Selain PTDH, pihaknya yang melakukan pengawasan internal secara struktural dilakukan oleh Itwasda, Bidpropam dan Bidkum pun, melakukan penegakan peraturan terhadap anggota mulai dari pelanggaran disiplin. Yang mana pelanggran disiplin anggota Polri di jajaran Polda Jabar mengalami penurunan dibandingkan tahun 2015, sebanyak 24,16% atau dari 538 anggota di tahun 2015 menjadi 408 orang di tahun 2016.
“Dan anggota yang melakukan pelanggran tindak pidana di tahun 2016 mengalami peningkatan sebanyak 33,33 persen dari 18 orang di tahun 2015 menjadi 44 orang di tahun 2016,” sebut Anton.
Sedangkan untuk pelanggaran kode etik mengalami peningkatan sebanyak 7,31% di tahun 2015, 41 orang menjadi 44 orang di tahun 2016. Untuk laporan pengaduan masyarakat mengalami penurunan sebanyak 5,97% atau dari tahun 2015 sebanyak 352 kasus menjadi 331 laporan di tahun 2016. Sama halnya dengan jumlah penyelesaian pengaduan masyarakat mengalami penurunan sebanyak 10,22%, dari 352 laporan tahun 2015 menjadi 316 laporan di tahun 2016.
“Saya ingin menunjukkan Polri serius menangani anggota yang sering dianggap rekayasa. Tidak mentolerir polisi nakal. Saya pun tidak suka. Tindak tegas polisi yang macem-macem agar polisi lebih baik,” tegas kapolda.