
BANDUNG – Kodam III Siliwangi bersama Polda Jabar menggelar roadshow mengunjungi posko pemenangan dari empat pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat di Bandung, Rabu (14/2/18).
Roadshow dipimpin Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo dan Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, yang disertai pula Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat, Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto dan Kabankesbangpol Jabar Ruddy Gandakusumah.
Kunjungan pertama dilakukan ke Posko Pemenangan Paslon Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) di Jl Ir H Djuanda No 319, lalu ke Posko Pemenangan Paslon Ridwan Kamil-Uu Ruzhahul Ulum (Rindu) di Jl. Cipaganti No.91, kemudian ke Posko Pemenangan Paslon Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi ( 2DM ) di Jl. Karangsari No. 15, berakhir di Posko Pemenangan Paslon Hasanudin-Anton (Amanah) Jl. Pelajar Pejuang 45 No.1 Bandung.
Dalam roadshow tersebut mengemuka soal perang informasi yang kerap berujung pada kejahatan dunia maya (cyber crime), seperti tindakan black campaign, hoax sampai informasi berisi fitnah.
Seperti yang dilontarkan Calon Gubernur Ridwan Kamil yang menitipkan pesan kepada Kapolda Jabar untuk lebih intens dalam memantau informasi di media sosial maupun grup WhatsApp.
“Problematika pilkada yang selalu panas biasanya itu perang informasi. Maka saya titip ke Polda Jabar agar badan cyber crime-nya lebih banyak lagi diisi personilnya, baik itu di medsos atau WA grup. Sehingga black campaign sampai hoax bisa lebih ditertibkan,” ungkap Ridwan kepada wartawan di Posko Pemenangan Rindu Jl Cipaganti Bandung, Rabu (14/2/18).
Cagub nomor urut 1 ini mengaku dirinya menjadi salah satu yang sering dirugikan dengan beredarnya hoax yang menyudutkannya. “Jadi saya harap agar penindakan-penindakan terhadap pelaku cyber crime bisa dilakukan tanpa harus menunggu laporan dulu dari calon yang merasa dirugikan,” ucap Emil.

Pesan senada juga diutarakan Cagub No Urut 2 Tubagus Hasanuddin saat Kapolda dan Pangdam berkunjung ke Posko Pemenangan Hasanuddin-Anton Amanah (Hasanah) di Gedung DPD PDI Perjuangan Jabar.
Kang Hasan mengaku sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI, dirinya terlibat langsung dalam pembuatan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Karena itu ia berpesan agar kepolisian tidak membiarkan berbagai serangan melalui medsos atau viral di WA grup yang ditujukan ke salah satu pasangan calon.
“Sesuai UU ITE, siapapun yang melakukan serangan lewat teknologi informasi, langsung bawa ke ranah hukum. Saya paham betul soal UU ITE karena saya sendiri terlibat dalam penyusunan undang-undang itu. Makanya saya intruksikan kepada para pendukung saya untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa melanggar UU ITE. Kami berkomitmen, insya Allah, tanpa melakukan kecurangan pun kami bisa menang!,” tandas Kang Hasan.
Terkait cyber crime ini Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi menjawab pihaknya sudah meminta back up kekuatan dari Mabes Polri dengan menyiapkan patroli cyber untuk meneliti manakala ada akun-akun yang mengandung ancaman, intimidasi, fitnah maupun hoax yang berpotensi merugikan salah satu paslongub.
“Kita sudah meminta back up kekuatan dari Mabes Polri dengan patroli cyber dan apabila ditemukan dua alat bukti, maka kita lanjut ke penyelidikan,” jelas Agung.
Kapolda pun menandaskan tindakan terhadap pelaku cyber crime itu akan dilakukan tanpa harus menunggu laporan dari korban. “Undang-undang ITE itu kan tidak mengandung delik aduan. Jadi petugas yang akan lebih pro aktif. Dilaporkan maupun tidak ada laporan, kalau memang sudah ada unsur pidananya, kita tegakkan UU ITE,” tandas Agung. [iwa]