
SOREANG – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung mengungkapkan sebanyak 306 Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Sementara, total siswa yang mengikuti ujian mencapai seluruhnya mencapai 46.235 orang.
Berdasarkan data Disdik Kabupaten Bandung, sebanyak 206 SMP mengikuti UNKP. Terdiri dari SMP Negeri sebanyak 35 sekolah, SMP Satu Atap 4 sekolah, SMP Swasta 147 sekolah, SMP terbuka gabung 7 sekolah, SMP swasta gabung 13 sekolah.
Sebanyak 109 SMP mengikuti UNBK terdiri dari SMP Negeri yang mandiri 18 sekolah, SMP swasta Mandiri 49 sekolah, SMP Negeri yang bergabung 22 sekolah dan SMP swasta gabung 20 sekolah.
Sementara itu, jumlah ruang UNKP sebanyak 1.291 ruang, jumlah pengawas ruangan 2.582 orang dan siswa mencapai 23.794. Sedangkan, jumlah client UNBK sebanyak 7159 client/PC, jumlah server 599 server dengan total siswa 22.441 siswa. Materi ujian yang diberikan adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Juhana mengatakan pelaksanaan UNBK 2018 mencapai 48% dan diharapkan pada 2019 bisa meningkat 60-70%.
“Tahun depan (2019) akan kita upayakan menjadi 60 persen sampai 70 persen. Artinya, setiap tahun harus meningkat untuk mendukung pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) di Kabupaten Bandung,” kata Juhana saat meninjau pelaksanan UNBK di SMPN 1 Soreang, Selasa (24/4/18).
Kadisdik menandaskan pelaksanaan UNKP dan UNBK SMP berjalan lancar dan tidak memenuhi kendala atau masalah yang signifikan.
Bupati Bandung Dadang M Nasser mengungkapkan pemerintah daerah terus mendorong pembangunan SDM di Kabupaten Bandung agar ditingkatkan dengan didukung teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang memadai. “Kita akan dorong juga dari sisi fasilitas, bisa melalui kerjasama dengan pihak lain yang punya basis (TIK),” kata bupati. ***