Ada Maha Taman di Kamojang

oleh -40 Dilihat
oleh
Bupati Bandung H.Dadang M.Naser,SH.,M.Ip, mengunjungi stand gelar produk, saat Festival Kamojang di Desa Laksana Kecamatan Ibun, Sabtu (15/4). by Humas Pemkab Bandung
Bupati Bandung H.Dadang M.Naser,SH.,M.Ip, mengunjungi stand gelar produk, saat Festival Kamojang di Desa Laksana Kecamatan Ibun, Sabtu (15/4). by Humas Pemkab Bandung
Bupati Bandung H.Dadang M.Naser,SH.,M.Ip, mengunjungi stand gelar produk, saat Festival Kamojang di Desa Laksana Kecamatan Ibun, Sabtu (15/4). by Humas Pemkab Bandung

IBUN – Bupati Bandung H.Dadang M.Naser,SH.,M.Ip, mengatakan warisan budaya merupakan daya tarik pariwisata lokal yang berkelanjutan. Menurutnya selama budaya itu dilindungi, dijaga dan dilestarikan, bukan tidak mungkin warisan budaya yang ada di Kabupaten Bandung khususnya kasundaan, bisa jadi daya tarik pariwisata lokal di Kabupaten Bandung.

“Budaya Sunda ini bisa menjadi daya tarik wisata lokal yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung, asalkan dijaga dan dilestarikan. Tidak saja oleh pemerintah, tapi juga oleh masyarakat dan komunitas setempat,” ungkap Bupati di sela Festival Kamojang di Desa Laksana Kecamatan Ibun, Sabtu (15/4/17).

Menurut Dadang, Maha Taman yang ada di Kecamatan Ibun menggambarkan terhamparnya lukisan alam nan indah dengan beribu spesies tanaman dan binatang. Hal tersebut bisa jadi modal untuk mendukung ragam budaya asli sunda di Kabupaten Bandung.

“Selain Maha Taman sebagai modal, aneka ragam seni sunda yang ada seperti karinding, kaulinan barudak dan seni tari-tarian daerah akan mendukung wisata lokal di Ibun. Juga untuk menjaganya agar terus diturunkan pada komunitas setempat, khususnya pada generasi muda,” ungkapnya.

Di samping itu, menjaga budaya untuk pariwisata harus mengedepankan nilai asli dan tradisional. Namun bisa ditampilkan dengan semangat kontemporer potensial untuk bisa mendapatkan apresiasi dari lebih banyak masyakarat. Terlebih bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-376 Kabupaten Bandung tersebut,Festival Kamojang kali ini mengusung Program Raksa Desa.

“Dalam menceritakan warisan budaya, yang penting adalah cerita lokal yang menginspirasi. Didalamnya harus berisi pesan moral, edukasi, dan tentu saja menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap daerahnya, dengan menjaga seluruh aspek desanya,” tandas Dadang.

Hhal tersebut juga harus dilandasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif dan kreatif. Wisata budaya yang dimaksud menurutnya akan menjadikan ekonomi kreatif sebagai sumber daya saing baru bagi sektor pariwisata lokal di Kabupaten Bandung.

Baca Juga  Bupati Bandung Lepas Liar Sepasang Burung Rajawali di Kamojang

“Selain sektor wisata, harus dipikirkan juga bagaimana warisan budaya bisa menjadi basis dan inspirasi untuk menciptakan sesuatu yang baru dan mempunyai nilai tambah. Singkatnya berbasis tradisional, tapi dengan semangat kontemporer,” pungkas bupati.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung, Drs.H. Agus Firman Zaini, M.Si. mengungkapkan, Festival Kamojang yang dilakukan kedua kalinya ini, akan jadi agenda tahunan dalam mempromosikan budaya untuk pariwisata lokal di Kabupaten Bandung.

“Festival ini akan menjadi agenda tahunan Disparbud, selain potensi wisata di Kecamatan Ibun yang luar biasa, daya tarik lain dari desa ini adalah panas bumi di Desa Kamojang atau Geowisata Panas Bumi, yang terdiri kawah Danau Ciharus, ke depan mungkin akan ada festival wisata lokal lainnya,” terang Agus.

Dia berharap, semua pihak akan berkomitmen dalam menjaga budaya Kabupaten Bandung. Sebab tradisi ini bukan sekadar hiburan semata, namun ada edukasi bagaimana hidup bergotong-royong, masyarakat mencintai alam, menjaga adat istiadat dengan Sabilulungan Ngaraksa Kertaraharja.

“Semoga ada komitmen dari semuanya, karena aktivitas kebudayaan akan menguatkan pariwisata dan akhirnya akan berdampak pada peningkatan ekonomi rakyat di kawasan Kabupaten Bandung,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.