Animo Masyarakat ke Posyandu Masih Minim

oleh -42 Dilihat
oleh
Kurnia Agustina memberikan piala kepada kader PKK berprestasi saat Rakor Kesatuan Gerak (Kesrak) PKK-KB Kesehatan di Gedung Dewi Sartika Soreang, Rabu (5/10). by Ago Humas Pemkab Bandung
Ketua TP PKK Kab Bandung Ny Kurnia Agustina memberikan piala kepada kader PKK berprestasi saat Rakor Kesatuan Gerak (Kesrak) PKK-KB Kesehatan di Gedung Dewi Sartika Soreang, Rabu (5/10). by Ago Humas Pemkab Bandung

KERTASARI – Atensi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bandung, Hj.Kurnia Agustina Dadang M.Naser terhadap peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Bandung sangat tinggi.

Menurut Kurnia Agustina, peningkatan kualitas kesehatan tersebut dapat terwujud salah satunya melalui kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Kurnia berharap Posyandu dapat konsen terhadap perkembangan anak bangsa, khususnya anak-anak Kabupaten Bandung.

Kurnia mengatakan dari giat Posyandu, masyarakat akan mendapatkan berbagai informasi tentang kesehatan. Bagi seorang ibu, kata Kurnia, sang ibu akan mendapatkan informasi kesehatan tentang bagaimana cara memperhatikan diri dan buah hatinya.

“Mulai dari mengandung janin anaknya, proses melahirkan, kesehatan di masa balita, anak-anak hingga mereka menjelang remaja,” sebut Nia di sela Penerimaan Tim Penilai Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jabar, di Gedung Posyandu Lestari 16 di Desa Tarumanagara. Kec Kertasari, Selasa (11/10/2016).

Nia menungkapkan jika sang ibu faham akan keberadaan dan pentingnya Posyandu sebagai media informasi tentang pelayanan dasar tentang kesehatan, “Sedikitnya dapat meminimalisir angka kematian ibu dan bayi yang baru lahir, bahkan jika bisa dapat dihilangkan,” terangnya.

Dalam pandangan Nia, animo masyarakat pada keberadaan Posyandu masih kurang. Padahal dalam Posyandu ini menurutnya tidak hanya masalah kesehatan saja, namun lebih kepada pemberdayaan dalam hal lainnya pula seperti pendidikan dan ekonomi.

“Untuk menarik minat perhatian masyarakat, maka kami menggandeng pihak lain. Contohnya Program Save The Children dari Selaras. Salah satu tujuan program ini adalah untuk menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI). Dalam program ini, ibu hamil akan memperoleh pelatihan-pelatihan tentang bagaimana menjaga kesehatan selama dirinya hamil,” ungkapnya.

Selain tanggung jawabnya sekarang sebagai Penggerak PKK, imbuh istri Bupati Bandung ini, rasa keibuannya pun turut memotivasi dirinya untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak ini dengan cara bersinergi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait melakukan pembinaan para kader.

Baca Juga  Polresta Bandung Siap Gelar Operasi Ketupat

“Termasuk melakukan pembinaan kepada Posyandu yang berada di wilayah pinggiran dan jauh dari aktivitas ibukota Pemkab Bandung di Soreang. Seperti di Kecamatan Kertasari ini. Semoga upaya yang kita lakukan ini akan menumbuhkan semangat dan motivasi kader di wilayah pinggiran kota ini terpacu lebih tinggi,” ucapnya.

Ketua Tim Penilai Lomba Posyandu Provinsi Jabar, Edi Junaedi sangat mengapresiasi upaya Pemkab Bandung dalam membina Posyandu. Dikatakan Edi, terpilihnya Posyandu Lestari 16 mewakili Kabupaten Bandung di tingkat Jabar, merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada warganya.

“Lokasi Posyandu ini kan berada wilayah pinggiran kota. Para kader akan merasa sangat terhargai dan terpacu semangatnya untuk berdidikasi lebih tinggi lagi kepada pengabdiannya. Lomba hanya sebagai media untuk memotivasi dan penyemangat saja. Yang penting, kepedulian dan kesungguhan para kader untuk berbuat kebaikan pada lingkungan sekitarnya, itu yang menjadi sangat berharga, “ tandas Edi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.