Atalia Apresiasi Lifebuoy Cegah Stunting dengan Cuci Tangan

oleh -27 Dilihat
oleh

PADALARANG, Balebandung.com – Kebiasaan cuci tangan pakai sabun merupakan upaya mencegah stunting pada anak. Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2018, tercatat ada 29,9% atau 2,7 juta balita di Jawa Barat yang terkena stunting.

Untuk itu, brand sabun kesehatan pilihan keluarga Indonesia kembali merayakan acara tahunan Hari Cuci Tangan Sedunia dengan nengangkat tema ‘Antar Anak Sehat Indonesia’ memperkuat komitmennya untuk mengedukasi pentingnya kebiasaan cuci tangan pakai sabun.

Menggadeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat, Unilever Indonesia Foundation, mengedukasi Ibu mengenai cuci tangan pakai sabun untuk pencegahan stunting.

Head of Health, Wellbeing and Professional Institution Unilever Indonesia Foundation, drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent., MDSC mengatakan bahwa acara digelar di Ciburuy merupakan rangkaian Mothers Programme di 8 Kabupaten di Jawa Barat yang tujuannya adalah untuk menekankan pencegahan stunting pada anak.

“Di Indonesia, Lifebuoy menargetkan untuk menjangkau lebih dari 100 juta tangan sehat di tahun 2020. Hingga 2019, edukasi cuci tangan pakai sabun oleh Lifebuoy sudah menjangkau 99 juta tangan sehat. Bekerjasama dengan TP PKK Pusat pada tiga tahun terakhir, Mothers Programme oleh Lifebuoy telah menjangkau lebih dari 500.000 ibu di Indonesia termasuk di kampung Ciburuy ini,” ujar Ratu Mirah ditemui di Posyandu Mawar 15, Desa Ciburuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (16/19/19).

Ratu menambahkan, bahwa TP PKK Provinsi Jawa Barat, dilaksanakan pada kegiatan SIARAN KELILING (SARLING) di Posyandu Mawar 15, Desa Ciburuy, Padalarang.

Head of Skin Cleansing and Baby Unilever Indonesia Maulani Affandi mengatakan, selama hampir 86 tahun, Lifebouy sudah menjadi bagian dari keluarga Indonesia untuk melindungi mereka dari kuman.

Baca Juga  Mobil Terbalik di Tol Purbaleunyi 1 Tewas

Di Hari Cuci Tangan Sedunia tahun ini, Lifebuoy ingin menciptakan lingkungan yang sehat khususnya bagi anak,” ujar Maulani.

Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2018, tercatat ada 29,9% atau 2,7 juta balita di Jawa Barat yang terkena stunting. Oleh karena itu, kata dia, diperlukan usaha untuk meningkatkan PHBS salah satunya cuci tangan pakai sabun sebagai salah satu tindakan preventif dalam pemeliharaan kesehatan dan pencegahan risiko akan dampak stunting.

Di tempat yang sama, Ketua TP PKK Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan, TP PKK Jabar sebagai mitra Pemprov Jabar sangat peduli terhadap upaya pencegahan dan penurunan stunting. Salah satu upaya yang dilakukan bersama dengan TP PKK Pusat dan Unilever adalah mengadakan pelatihan CTPS bagi 800 kader di 8 Kabupaten sebagai pembiasaan PHBS dalam pilar sanitasi untuk cegah stunting.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Unilever sebagai bentuk kepedulian bersama untuk mendukung gerakan cegah stunting Jawa Barat, dan berharap kolaborasi ini akan dilanjutkan dan diperluas di tahun-tahun mendatang. Semoga dengan kolaborasi yang terjalin akan mempercepat terwujudnya Jawa Barat Zero New Stunting,” ujar istri Gubernur Jabar ini.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah 2 tahun karena kekurangan gizi kronis yang disebabkan tidak hanya terkait sanitasi, namun lebih terkait dengan perilaku.

Nih, 3 pilar yang harus diperhatikan untuk pencegahan stunting:

1) Pola Makan, dengan memberikan nutrisi yang baik yang bergizi, beragam dan seimbang sesuai usia anak, yang mengacu pada program Isi Piringku dari Kemenkes;

2) Pola Asuh, seperti memberikan ASI eksklusif di 6 bulan pertama kelahiran dan pemberian MP-ASI untuk anak di atas 6 bulan, membawa balita ke Posyandu, menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) juga memberikan tablet Fe untuk ibu hamil dan lain-lain;

Baca Juga  Pedagang Pasar Tagog Tagih Janji Pemkab Bandung Barat

3) Sanitasi, melalui pilar Sanitasi Total Bersumber Masyarakat (STBM), seperti pembiasaan cuci tangan dengan sabun dan air, Open Defecation Free (ODF), pengelolaan limbah cair dan lainnya.

Lifebuoy mengajak keluarga Indonesia untuk menerapkan kebiasaan baik cuci tangan pakai sabun ini di 5 saat penting (sebelum makan pagi, sebelum makan siang, sebelum makan malam, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain) tentunya dengan 6 langkah cuci tangan pakai sabun yang tepat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.