
BANDUNG – Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil mengaku hingga kini Pemkot Bandung tidak mempunyai data-data yang lengkap mengenai kebencanaan terutama dampak dari pergeseran di sepanjang jalur Patahan Lembang yang mampu menghasilkan gempa 6-7 Skala Richter.
“Dalam konferensi kebencanaan nanti, Bandung menitipkan satu penelitian karena kota ini ancaman terbesarnya adalah gempa. Sampai hari ini belum ada informasi data dampak Patahan Lembang dan apa yang harus dilakukan dipersiapkan apabila terjadi, daerah mana yang paling rawan bencana,” kata walikota saat audiensi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait kesiapan Kota Bandung dalam menghadapi bencana, di Ruang Rapat Pendopo Kota Bandung Jl. Dalem Kaum, Kamis (19/5/16)
Rencananya BNPB dalam waktu dekat akan menggelar konferensi nasional di Kota Bandung yang didalamnya akan merumuskan roadmap penanggulangan kebencanaan di kota-kota metropolitan termasuk Kota Bandung dalam penelitiannya.
Lebih lanjut Ridwan berharap hasil dari penelitian tersebut Pemkot Bandung akan mempunyai dokumen yang lengkap terkait kebencanaan sehingga penanggulannya akan lebih responsif.
Bila data-data kebencanaan itu telah lengkap, kata Emil, ke depan untuk mereduksi dampak kebencanaan pihaknya akan menambahkan persyaratan teknis struktur bangunan anti gempa pada bangunan baru yang akan dibangun di zona-zona diduga akan terdampak gempa.
“Zona mana yang paling rawan akan berpengaruh pada struktur. Ke depan Izin Mendirikan Bangunan yang terduga dalam skenario paling parah tentunya IMB nya harus dilengkapi struktur anti gempa,” pungkasnya.