Bapenda Launching Aplikasi Si Bedas Tangguh

oleh -20 Dilihat
oleh
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna saat melaksanakan launching aplikasi Si Bedas Tangguh di Hotel Sutan Raja Soreang, Senin (28/11/2022)./foto pemkab bandung/bbcom/

SOREANG,balebandung.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melaksanakan launching sistem informasi manajemen peningkatan pelayanan bea perolehan hak berdasarkan tatanan guna bangunan dan tanah (Si Bedas Tangguh) di Hotel Sutan Raja Soreang, Senin (28/11/2022).

Launching aplikasi Si Bedas Tangguh itu langsung dilaksanakan oleh Bupati Bandung HM Dadang Supriatna. Aplikasi Si Bedas Tangguh ini sebagai strategi peningkatan penerimaan pajak daerah BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) tahun 2022.

Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi Kepala Bapenda Kabupaten Bandung Erwan Kusuma Hermawan mengatakan, launching aplikasi Si Bedas Tangguh dalam rangka menertibkan wajib pajak, terutama dalam transaksi jual beli tanah maupun bangunan.

“Dan berakibat terhadap harus membayar PPh (Pajak Penghasilan) dan juga BPHTB, karena Kabupaten Bandung ada hak untuk menampung BPHTB. Maka untuk mengsinkronisasi terhadap angka-angka dari pemohon dan juga wajib pajak, di sini diberlakukan aplikasi Si Bedas Tangguh,” kata Bupati Bandung kepada wartawan.

Maka, kata Dadang Supriatna, aplikasi Si Bedas Tangguh ini adalah salah satu aplikasi dan solusi supaya tidak terjadi miskomunikasi antara Kantor ATR (Agraria dan Tata Ruang) dengan Bapenda, juga pemohon dan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah).

“Sehingga sekarang para pihak hadir untuk sama-sama mensukseskan program Si Bedas Tangguh ini. Dalam rangka upaya untuk percepatan pelayanan, jangan sampai ada gangguan dan juga verifikasi, validasi dari pihak Bapenda dan tidak usah langsung datang ke kantor, tapi cukup dengan memberikan masukan dan mengisi aplikasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Bandung Erwan Kusuma Hermawan mengatakan, khususnya untuk pencapaian PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari 10 mata pajak, khususnya yang berkaitan dengan acara launching aplikasi Si Bedas Tangguh, yaitu progres pergerakan sampai akhir sekarang, yaitu dikisaran 87 persen.

Baca Juga  Layanan Terapi Disabilitas Rumah Alifa Jadi Pilot Project Bagi Kecamatan Lain

“Khusus untuk BPHTB pun sama dikisaran 87 persen. Mudah-mudahan, dengan target optimis, realisasi pun optimis. Jadi sesuai targetnya itu 100 persen,” ujarnya.

Erwan mengatakan, kalau melihat per jenis pajak, karena Bapenda ini mengelola 10 mata pajak, ada beberapa mata pajak grafiknya cukup signifikan naik. “Ada yang stagnan, dalam pengertian grafiknya, datar-datar saja. Dan ada memang fluktuatif dinamis, dalam arti karena BPHTB ini menjadi bagian target pajak yang besar. Sehingga kita pun perlu menyediakan sarana dan prasarana yang berbasis IT (Informasi dan Teknologi) atau digital, sesuai arahan Pak Bupati Bandung. Bahwa launching aplikasi Si Bedas Tangguh ini menjadi harapan,” ujarnya.

Hanya tetap, kata dia, ada konsolidasi teknis antara aplikasi yang dimiliki Bapenda dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional) dan lain-lain, sehingga aplikasi ini diimplementasikannya di awal tahun 2023.

“Aplikasi Si Bedas Tangguh, karena BPN juga memiliki aplikasi, kita juga memiliki aplikasi, proses integrasi ini dengan real time di bank persepsi, selaku pengelola kas keuangan daerah, ini butuh proses. Sehingga menyamakan aplikasi ini, mudah-mudahan di dua bulan atau sebulan terakhir ini, sehingga kita estimasi waktu diawal tahun 2023 bisa diintegrasikan,” jelasnya.

Termasuk, kata Erwan, dengan pihak BJB, karena time channel pembayaran ini bisa ke perusahaan-perusahaan komersial yang menjadi agregator BJB karena mudah untuk melayani. “Termasuk dengan para PPAT tidak ada bersentuhan dengan kita,” katanya.

Erwan pun mengaku optimis target tahun 2023 bakal cukup signifikan ada kenaikan, yaitu dari satu sisi mata pajak BPHTB.***

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.