
Pemerintah Kota Binjai ingin tahu langkah-langkah strategis Pemkot Bandung dalam mewujudkan dan mengembangkan Smart City. “Kami ingin mewujudkan Kota Binjai menjadi Kota Pintar seperti Kota Bandung,” kata Plt Wali Kota Binjai Riadil Akhir Lubis, saat kunker di Ruang Tengah Pemkot Bandung, Kamis (28/1/16).
Meskipun luas wilayah dengan sumber daya manusia tak sebesar Kota Bandung, imbuh RIadil, pihaknya ingin merintis konsep Smart City. “Hari ini kami ingin belajar bagaimana untuk mewujudkan smart city. Seperti apa yang harus disiapkan dengan kondisi saat ini, dan seperti apa ke depannya kota bandung menyiapkan smart city,” ungkapnya.
Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan pihaknya menyambut baik kunker Pemkot Binjai dan sangat terbuka untuk saling belajar dan berbagi informasi khususnya untuk konsep smart city. “Kami sangat terbuka, kami siap berbagi apa saja informasi yang dibutuhkan Kota Binjai terutama tentang smart city,” kata Oded.
Oded menjelaskan dengan luas wilayah Kota Bandung yang kurang lebih 16 ribu hektar, dengan jumlah 30 kecamatan, 151 Kelurahan, Pemkot Bandung ingin tetap mewujudkan pelayanan yang prima kepada masyarakat, maka dari itu pemkot Bandung menerapkan konsep desentralisasi.
Selain desentralisasi, kolaborasi diterapkan di masyarakat, Pemkot Bandung mengajak semua elemen masyarakat untuk bekerja sama membangun kota, termasuk dengan cara memberikan kewenangan lebigh kepada tiap tiap kecamatan. Melengkapi tiga pilar dalam membangun Bandung, selain desentralisasi dan kolaborasi, Pemkot Bandung memacu untuk terus berinovasi dalam bekerja.
“Terkait dengan masalah smart city dibantu SKPD dan Diskominfo sebagai leading sektor, untuk sistem IT ini menjadi garda terdepan luar biasa, kami sekarang sudah memiliki Bandung Command Center yang merupakan pusat bagaimana kita mengevaluasi kegiatan-kegiatan di Kota Bandung, termasuk di kecamatan, beberapa sudah memiliki Comand Centre,” jelasnya. Oded bilang, langkah tersebut dalam rangka mempermudah kerja, karena dengan pola smart city tersebut sangat membantu.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Asep Cucu Cahyadi yang menambahkan Smart City merupakan instrument untuk menunjang kota ini untuk bisa melakukan percepatan terhadap pelayanan dan kinerja pemerintahan.
“Smart city ini terkait bagaimana sistem teknologi informasi bisa mambantu kita melakukan akselerasi agar 3 pilar tadi terintegrasi dan berjalan dengan baik,” ujar Asep.
Smart city tidak terlapas dari e-Government. Hal itu sangat penting karena informasi yang tentu dibangun melalui instrumen teknologi, dan di Kota Bandung mencoba menyusun road map supaya apa yang dituju Kota Bandung ini sebagai Bandung Juara bisa tewujud.