BPBD Uka Suska : Waspada Banjir dan Longsor Pada Musim Kemarau Basah

oleh -44 Dilihat
oleh
Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kab. Bandung Uka Suska Puji Utama saat meninjau lokasi pascabanjir di Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Kamis (27/4/2023)./foto Pemkab Bandung/

SOREANG,balebandung.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengingatkan masyarakat untuk senantiasa mewaspadai potensi ancaman bencana banjir dan longsor disaat memasuki turun hujan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini memasuki kemarau basah, namun sewaktu-waktu bisa berpotensi terjadi turun hujan deras.

“Kita tahu bahwa terjadi turun hujan bisa sore hari dan malam hari, setelah siangnya terang dan panas. Tiba-tiba turun hujan dengan intensitas deras. Dampak turun hujan itu, khususnya di Kabupaten Bandung rawan terjadi banjir dan longsor atau pergerakan tanah,” kata Uka Suska di Soreang, Kamis (27/4/2023).

 

Uka Suska juga turut memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat potensi terjadinya longsor atau pergerakan tanah di Kabupaten Bandung, setelah turun hujan deras.

“Potensi longsor itu bisa juga disebabkan karena sebelumnya terjadi gempa bumi, sehingga mengakibatkan terjadinya retakan tanah. Pada retakan tanah itu kemudian kemasukan air dan terjadi longsor atau pergerakan tanah. Begitu juga TPT (tembok penahan tebing atau tanah) yang longsor maupun ambrol, juga salah satunya bisa dipicu oleh terjadinya gempa bumi sebelumnya, sehingga menimbulkan terjadinya retakan pada bagian TPT tersebut,” tutur Uka Suska.

Berdasarkan hasil analisa dan mempelajari terjadi gerakan tanah dan longsor itu, imbuh Uka Suska, bisa menjadi pemahaman bagi masyarakat, terutama yang rumahnya berada di bawah lereng, perbukitan atau pegunungan.

“Termasuk harus mewaspadai TPT yang cukup tinggi dengan usia TPT yang sudah cukup lama. TPT yang sudah cukup lama itu, tentunya tingkat ketahanan dan kekokohan insfrastruktur akan berkurang karena mengalami pelapukan karena proses alam (curah hujan dan kelembaban). Sehingga sewaktu-waktu TPT itu bisa longsor atau ambrol,” ujar Uka Suska.

Baca Juga  Anggota DPRD Angie Natesha Goenadi Jadi Ketua Pordasi Kab Bandung Periode 2025-2029 

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk sama-sama meningkatkan kesiapsiagaan mengahadapi potensi ancaman bencana banjir, longsor maupun pergerakan tanah.

“Kita juga berharap kepada masyarakat untuk saling mengingatkan atau mengedukasi disaat terjadi turun hujan yang dapat mengancam bencana banjir dan longsor. Terutama pada malam hari, disaat orang-orang sudah terjaga dari tidurnya. Kita juga berharap kepada masyarakat untuk mengaktifkan kentongan, seperti yang sudah kita sosialisasikan melalui Hari Kesiapsiagaan Bencana di Kabupaten Bandung pada Rabu (26/4) yang dihadiri langsung Pak Bupati Bandung dan jajaran OPD lainnya,” tuturnya.

Pada Rabu (26/4) sore kemarin, dikatakan Uka Suska, telah terjadi banjir dan longsor di beberapa tempat di Kabupaten Bandung. “Dalam menghadapi kejadian yang tidak diharapkan itu, masyarakat harus tangguh bencana. Terutama yang ada di desa-desa, baik pada kawasan dataran rendah yang rawan banjir maupun di lokasi perkampungan dan perbukitan yang rawan longsor,” katanya.

Uka Suska juga menghimbau kepada para relawan tanggap bencana yang ada di masing-masing desa maupun kecamatan untuk selalu siap siaga dan meningkatkan koordinasi dengan aparatur setempat. Termasuk mewaspadai ancaman banjir di daerah aliran sungai, dengan kondisi tingkat kerusakan lingkungan yang cukup parah.

“Para relawan harus meningkatkan koordinasi, baik dengan aparatur di tingkat desa maupun Forkopimcam, disaat ada kejadian bencana banjir dan longsor harus segera lapor dan menginformasikan ke BPBD,” katanya.

Untuk penanganan banjir dan longsor di Kabupaten Bandung pada pada Rabu (26/4), kata Uka Suska, BPBD melaksanakan rapat koordinasi penanggulangan bencana dengan jajaran OPD, Forkopimcam maupun para camat di wilayah yang dilanda banjir maupun longsor pada Kamis (27/4/2023).

“Hadir pula dari jajaran Polresta Bandung, Kodim 0624/Kabupaten Bandung, BMKG, Pusat Vulkanologi, dan pihak lainnya. Rapat koordinasi ini setelah sebelumnya melakukan peninjauan di lokasi banjir dan longsor, untuk melakukan penanganan korban bencana,” kata Uka Suska.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.