BPVMBG Keluarkan Rekomendasi Teknis Pergerakan Tanah di Nagreg

oleh -37 Dilihat
oleh
Pergerakan tanah di Nagreg Kabupaten Bandung, Minggu (18/12/2022)./foto istimewa/

NAGREG,balebandung.com – Bupati Bandung HM Dadang Supriatna melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mendapatkan rekomendasi teknis terkait bencana pergerakan tanah atau longsor di Kampung Gamblung Timur RT 04/RW 03 Perumahan Pesona Parahiangan Desa Nagreg Kendan Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Senin (19/12/2022), dari Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BPVMBG).

“Pada rekomendasi BPVMBG itu disebutkan, masyarakat terdampak bencana gerakan tanah agar segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama di Nagreg.

Uka Suska mengungkapkan, pada rekomendasi teknis itu pula disebutkan, agar masyarakat yang di sekitar daerah bencana lebih waspada. “Terutama saat maupun setelah hujan deras yang berlangsung lama, karena daerah tersebut masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan,” kata Uka Suska.

BPVMBG, kata Uka Suska, juga merekomendasikan untuk pemasangan rambu rawan bencana longsor di sekitar lokasi yang longsor untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Penanganan longsor agar memperhatikan cuaca, agar tidak dilakukan pada saat dan setelah hujan deras. Mengingat daerah tersebut masih berpotensi longsor susulan,” ujarnya.

BPBD, kata dia, berusaha untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana akibat gerakan tanah.
“Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah,” katanya.

Uka Suska menuturkan, faktor penyebab terjadinya tanah longsor di lokasi bencana itu diperkirakan karena kemiringan lereng tebing yang terjal. “Sifat tanah pelapukan dari batuan vulkanik (tuff dan lahar) yang sarat dan mudah luruh jika terkena air. Selain itu, curah hujan yang tinggi dengan durasi lama sebelum terjadi gerakan tanah,” ujarnya.

Baca Juga  Semua Bencana Bersifat Lokal Perlu Kesiapsiagaan Masyarakat

Dijelaskannya, kata Uka Suska, masih berdasarkan pada keterangan BPVMBG, kondisi daerah bencana berdasarkan peta geologi lembar Garut dan Pameungpeuk, batuan penyusun di daerah bencana. Termasuk dalam batuan Gunung Sangianganjung yang tersusun oleh perselingan breksi tuff, breksi lahar, dan lava basalt-andesit.

“Berdasarkan peta prakiraan gerakan tanah Kabupaten Bandung bulan Desember 2022, daerah bencana terletak pada prakiraan gerakan tanah menengah-tinggi. Artinya daerah tersebut mempunyai potensi menengah-tinggi untuk terjadi gerakan tanah,” tuturnya.

Menurutnya, pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah, jika curah hujan diatas normal. Sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Bencana alam longsor terjadi di Kampung Gamblung Tiimur RT 04/RW 03 Perumahan Pesona Parahiangan Desa Nagreg Kendan Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, kejadian pertama, Minggu (18/12/2022) pukul 01.00 WIB. Kemudian terjadi dua kali longsor susulan pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 dan sekitar pukul 10.00 WIB.

Bencana longsor itu setelah turun hujan deras di wilayah Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung sejak Sabtu (17/12/2022) sore pukul 15.00 WIB hingga sore. Tujuh rumah mengalami rusak berat akibat diterjang longsor sebuah bukit atau lereng dengan ketinggian sekitar 30-40 meter dan lebar longsor sekitar 150 meter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor tersebut.
Tujuh rumah yang mengalami rusak berat itu, yakni milik Wangsit Wijaya Gumelar (29), yang dihuni empat anggota keluarga.

Kemudian rumah milik Lili Somantri (61), yang dihuni tiga orang, rumah milik Iis Undang Damsah (37) dihuni empat orang, rumah milik Rusmiati (48), rumah milik Ratmono (30), Wawan (40) dan rumah Memet (50). Ketujuh rumah itu mengalami rusak berat, selain benteng rumahnya ambruk, juga atap rumahnya pun berantakan akibat diterjang longsor tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.