Bupati Bandung Akan Bangun Taman Giri Harja, Ini Harapannya

oleh -38 Dilihat
oleh
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna saat menghadiri memperingati Hari Wayang Nasional di Padepokan Giri Harja Jelekong Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Senin (7/11/2022)./bb2/bbcom/

BALEENDAH,balebandung.com – Bupati Bandung HM Dadang Supriatna menyatakan bahwa setiap tahunnya tanggal 7 Nopember ditetapkan sebagai Hari Wayang Nasional, berdasarkan Keppres No 30 tahun 2018 yang dikeluarkan Presiden RI.

“7 Nopember ini ditetapkan Hari Wayang Nasional. Artinya, seni budaya wayang golek diakui secara nasional. Saya selaku Bupati Bandung merasa bahagia, karena wayang adalah tempatnya di Kabupaten Bandung, yaitu di Jelekong. Tentunya saya merasa dan memberikan apresiasi kepada seniman dan seniwati dan Ki Dalang yang saat ini bisa mempertahankan budaya. Terutama budaya Sunda,” kata Bupati Dadang Supriatna didampingi Ki Dalang Dadan Sunandar Sunarya kepada wartawan saat menghadiri peringatan Hari Wayang Nasional di Pesantren Padepokan Giri Harja Jelekong Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Senin (7/11/2022).

Pada dasarnya, Dadang Supriatna mengungkapkan bahwa dalam sejarah wayang masuk ke Indonesia dalam rangka penyebaran agama Islam.

“Dan saat ini pula tidak pernah berhenti, untuk terus melakukan karya-karya dan tentunya menjadikan suatu corong. Tentunya, program-program ini dan saya minta juga kepada Ki Dalang bahwa pewayangan ini bisa bersinergi dengan program Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung. Salah satu yang mengusung saya adalah Ki Dalang,” tutur Bupati Bandung didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bandung Wawan A Ridwan.

Bupati Bandung pun akan terus fokus bagaimana selalu bersama-sama membangun Kabupaten Bandung.

“Tentu saya tahun depan, di sini (Padepokan Giri Harja) akan dibuatkan Taman Giri Harja untuk memperdalam budaya bagi anak-anak TK, SD, SMP maupun SMA. Mereka wajib memahami dan memperdalam budaya Sunda. Kita sudah siapkan anggarannya, dan mudah-mudahan bisa terlaksana secepatnya,” ungkapnya.

Selanjutnya, Bupati Dadang Supriatna meminta kepada Kepala Disbudpar Kabupaten Bandung, untuk berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan.
“Karena cita-cita kami, bahwa anak-anak sekolah kita ini harus paham tentang budaya Sunda, supaya anak-anak kita tidak lupa tentang budaya dan sejarah budaya,” katanya.

Baca Juga  Bupati Bandung Terpilih Bertekad Tingkatkan Ketahanan Pangan

Menurutnya, kalau sudah bisa memahami riwayat atau sejarah kebudayaan bahasa Sunda atau budaya Sunda. “Anak-anak kita akan lebih menghargai kepada orang tua kita yang saat ini terjadi degradasi. Mudah-mudahan dengan pembentukan karakter dan berakhlakul karimah akan terwujud di Kabupaten Bandung dengan kolaborasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Bandung berharap bahwa wayang golek terus maju dan berkembang. Dalam proses perkembangannya bisa diikuti oleh semua seniman atau masyarakat Jabar dan umumnya se-Indonesia.

“Pada zaman dulu, seni wayang golek itu untuk menyebarkan Islam,” katanya.
Dadang Supriatna mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung sempat mempromosikan seni budaya wayang golek ke Korea Selatan.

“Ini suatu kebanggaan bahwa wayang golek, seni budaya wayang golek diakui internasional, bukan hanya nasional,” ungkapnya.

Dikatakannya, seni budaya wayang golek merupakan aset budaya Kabupaten Bandung yang harus terus dipelihara dan dikembangkan. Ia juga berharap kepada Kepala Disbudpar Kabupaten Bandung untuk berkolaborasi dengan seniman dan seniwati, khususnya dalam pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Bandung.

“Cita-cita kita membuat 100 desa wisata. Ini tugas Disbudpar dan seniman dan seniwati. Bisa dikolaborasi dalam pengembangan wisata. Dengan harapan seniman dan seniwati berkembang,” ungkapnya.

Ki Dalang Dadan Sunandar Sunarya

Sementara itu, Ki Dalang Dadan Sunandar Sunarya mengaku sebagai praktisi dengan adanya Hari Wayang Nasional merasa terangkat dan mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat. “Dalam hal ini Presiden. Dan barusan Bapak Bupati Bandung datang ke sini (Pedepokan Giri Harja) untuk mengapresiasi Hari Wayang Nasional. Jadi kami merasa diakui, keberadaan kami meskipun minoritas. Tapi kami sangat berpengaruh besar terhadap masyarakat luas,” katanya.

Dadan juga mengungkapkan melalui Giri Harja itu banyak regenerasi, sehingga pada saat itu dilaksanakan pagelaran wayang golek 3 dalang cilik.
“Wayang cilik yang digelarkan oleh dalang wayang cilik atau umur usia dini,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.