PASEH,balebandung,com -Bupati Bandung HM Dadang Supriatna meresmikan Jalan Cipedes Karang Tunggal Jati Nunggal Desa Cipedes Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, Senin (29/8/2022).
Pembangunan jalan itu dengan perkerasan beton semen yang berasal dari APBD Kabupaten Bandung, selain dari bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat tahun 2022.
Jalan yang diresmikan itu, yakni Jalan Jamban Desa Cipedes sepanjang 120 meter, lebar 4,5 meter dan tinggi 0,2 meter. Jalan Sukarame Desa Cipedes panjang 120 meter, lebar 4,5 meter dan tinggi 0,2 meter, Jalan Cipedes Karang Tunggal Desa Cipedes panjang 120 meter, lebar 4,5 meter dan tinggi 0,2 meter. Kemudian rehabilitasi Jalan Jati Nunggal Desa Cipedes panjang 120 meter x 4,5 meter.
Dadang Supriatna mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung berusaha memberikan yang terbaik buat masyarakat di Kecamatan Paseh, melalui peningkatan infrastruktur pembangunan jalan.
“Jalan Cipedes Karang Tunggal, sebelumnya rusak dan setelah jadi Bupati jalan ini dibangun,” kata Dadang Supriatna.
Bupati Bandung mengatakan sepanjang 43 km jalan yang dibiayai APBD di Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, yang sudah beres dibangun 12 km di Kecamatan Paseh. Pembangunan jalan di Kecamatan Paseh itu merupakan akses penghubung antar desa dan antar kecamatan.
“Sisanya sekitar 27 km lagi, dan membutuhkan anggaran Rp 43 miliar untuk pembangunannya. Sebelumnya, menganggarkan Rp 4,3 miliar per tahun karena keterbatasan anggaran. Untuk menyelesaikan pembangunan jalan di Kecamatan Paseh itu, butuh waktu selama 10 tahun dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun untuk semua kecamatan di Kabupaten Bandung,” katanya.
Ia mengatakan, untuk meningkatkan pembangunan jalan di Kabupaten Bandung, pihaknya akan menganggarkan untuk pembangunan jalan tahun depan sebesar Rp 500 miliar. Bupati Bandung juga fokus pada peningkatan pembangunan jalan menuju akses wisata di Kabupaten Bandung dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Jika jalan bagus dan mulus menuju kawasan wisata, maka secara otomatis akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Selain itu akan membangkitkan para pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata,” katanya.
Bupati Bandung mengatakan, ada tujuh ruas jalan di Kecamatan Paseh, di antaranya Jalan Cipedes, Jalan Drawati Loa, Jalan Sukamanah, Jalan Karangnunggal, Jalan Loa Patrol dan ruas jalan lainnya.
“Maka nantinya dimapping dalam pembangunannya,” katanya.
Dadang Supriatna mengatakan akan terus memprioritaskan pembangunan jalan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya di Kecamatan Paseh.
“Pembangunan jalan dibarengi dengan pembangunan drainase atau tembok penahan tanah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung H. Zeis Zultaqawa mengatakan, peningkatan pembangunan jalan itu dalam upaya menuju jalan mantap Kabupaten Bandung hingga 87 persen sampai Desember 2022 mendatang.
“Saat ini jalan mantap di Kabupaten Bandung sudah mencapai 85 persen. Progres kita sampai Desember 2022 jalan mantap 87 persen,” kata Zeis.
Zeis mengatakan, dari 1.060 km yang menjadi sasaran perbaikan maupun pemeliharaan jalan di Kabupaten Bandung, sudah mencapai 900 km yang sudah dilakukan penanganan, baik pemeliharaan maupun peningkatan pembangunan.
“Jalan yang mengalami rusak sedang, bisa ditangani melalui pemeliharaan rutin. Sedangkan jalan yang rusak berat, melalui peningkatan jalan,” katanya.
Zeis menyebutkan, jalan yang rusak parah maupun sedang itu hampir merata di semua kecamatan dan penangananya pun secara bertahap, karena ada pembagian anggaran dengan desa dan kecamatan lainnya, dalam pembangunan jalan tersebut. “Jangan sampai pembangunan jalan di desa dan kecamatan lainnya, tidak terakomodir,” katanya.
Zeis menyebutkan, pembangunan jalan di Kecamatan Paseh menjadi salah satu prioritas karena perbatasan dengan Kabupaten Garut. Selain di Desa Cipedes, sasaran pembangunan jalan juga di Desa Cipaku, Desa Mekarpawitan dan Desa Loa.
“Ada sekitar 850 meter lagi yang menjadi sasaran peningkatan pembangunan jalan di Kecamatan Paseh, dengan kisaran anggaran Rp 1,5 miliar,” katanya.
Menurutnya, masyarakat juga turut mengapresiasi dengan adanya peningkatan pembangunan jalan tersebut, karena dapat memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.
“Masyarakat juga berharap untuk diusulkan kembali pada APBD murni maupun perubahan dalam pembangunan jalan yang mengalami kerusakan,” katanya.
Ia pun mengatakan, dalam proses pembangunan jalan itu dibarengi dengan penataan saluran drainase, yang berada di pinggir jalan tersebut.
Zeis mengatakan, masyarakat sangat membutuhkan perbaikan jalan yang bagus, untuk kegiatan ekonomi, keagamaan dan kegiatan lainnya. Di Kecamatan Paseh sepanjang 43 km jalan kabupaten, dan di sejumlah titik dilakukan perbaikan dengan anggaran miliaran rupiah.
“Pembangunan jalan akan terus dioptimalkan dan berlanjut di Kecamatan Paseh,” katanya.***