
BANJARAN, Balebandung.com – Bupati Bandung terpilih HM Dadang Supriatna bertekad untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui pengembangan sektor pertanian.
Salah satunya dengan membangun pusat-pusat pengembangan pertanian baik holtikultura maupun palawija. Untuk mewujudkan hal itu Dadang Supriatna akan merangkul berbagai stakeholder terkait agar masyarakat khususnya para petani bisa lebih banyak terlibat langsung dalam pembangunan pertanian ke depan.
“Kita akan terus kembangkan ke depan ikon-ikon produk industri pertanian di Kabupaten Bandung dalam rangka gebrakan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Untuk itu diperlukan pusat pelatihan dan pengembangan, mulai dari awal proses persemaian bibit, penangkaran dan penanaman,” kata Dadang usai bertemu pengurus Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bandung di Banjaran, Selasa (29/12/20).
Kang DS, sapaan Dadang Supriatna menyatakan, untuk membuat gebrakan di sektor pertanian diperlukan pelibatan organisasi pertanian maupun kelompok tani agar lebih terpetakan kebutuhan apa saja yang diperlukan bagi para petani.
“Nantinya para kelompok tani ini diwajibkan memiliki nomor induk berusaha (NIB) untuk mendapatkan bantuan pemerintah, sesuai yang diperlukan masing-masing kelompok tani,” ujar Kang DS, sapaan.
Ketua Departemen Litbang Teknologi Pertanian KTNA Kabupaten Bandung Andri Ramadani mengungkapkan pertemuannya bersama Bupati Bandung terpilih untuk mengaspirasikan agar pihaknya bisa dilibatkan dalam proses pembangunan sektor pertanian.
“Kami berharap Bupati Bandung yang baru kepeduliannya bisa lebih besar lagi ke sektor pertanian. Yang jelas, ketika ada program-program ataupun penentuan kebijakan sektor pertanian, kami minta lebih dilibatkan, karena kami ini para pelaku pertanian,” kata Andri.
Andri mengakui selama ini pihaknya kurang dilibatkan dalam penentuan program pertanian maupun penyaluran bantuan dari pemerintah bagi para petani.
Untuk itu pihaknya ingin Pemkab Bandung bisa lebih membuka dialog dengan para petani dalam membahas permasalahan sektor pertanian yang muncul, sehingga solusinya pun benar-benar riil.
“Dalam hal program pertanian kami minta dilibatkan, mulai dari perencangaan sampai pengembangan ke depannya. Sehingga apa yang direncanakan sesuai dengan kebutuhan atau keinginan para petani seperti bantuan bibit unggul, pupuk dan sebagainya, termasuk soal investasi di sektor pertanian,” papar Andri.
Pihaknya pun mengusulkan kepada Bupati Bandung terpilih untuk mendirikan pusat-pusat pelatihan dan pengembangan dalam rangka pembinaan terhadap para petani.
“Kami usulkan ada pusat litbang di Pemkab Bandung, akan lebih bagus lagi kalau di setiap kecamatan ada satu pusat litbang pertanian karena setiap kecamatan bahkan setiap desa itu kan berbeda-beda juga produk pertanian unggulannya,” kata Andri.***