
SOREANG – Bupati Bandung Dadang M Naser mengaku kecewa adanya dinas yang melakukan pemborosan anggaran untuk kegiatan yang tak bearti. Bahkan Dadang menekankan jangan ada pemborosan anggaran seperti yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung.
“Di acara Soreang Expo beberapa waktu lalu anggarannya Rp 200 juta, tapi kegiatannya sepi penonton. Saya kecewa Bu Popi (Kepala Disperindag),” ungkap Dadang di sela pelantikan Pengurus Forum Kabupaten Bandung Sehat periode 2016 – 2021 di Rumah Jabatan Bupati di Soreang, Kamis (19/1/17).
Dirinya pun meminta Sekda untuk mengevaluasi anggaran jangan sampai anggaran digelontorkan, tetapi kegiatannya tak maksimal. “Mending dialihkan ke kegiatan yang lebih berguna untuk kepentingan masyarakat,” ucap Dadang.
Bupati pun mengancam kepada dinas lainnya agar tidak menyembunyikan anggaran yang hanya ditujukan untuk kegiatan formalitas semata. “Jangan sembunyikan anggaran demi kegiatan yang sia-sia saja yang sifatnya hanya pemborosan semata,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Soreang Expo Sabilulungan di Bale Rame Gedong Budaya Sabilulungan Soreang, pada 9-11 Desember terasa hambar dan sepi pengunjung. Soreang Expo yang pertama kali digelar Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bandung ini sepi pengunjung yang hadir saat acara pembukaan.
Selain sepi pengunjung, tampilan acara tersebut pun kurang menarik dan terkesan seadanya. Bahkan, dari 60 gerai yang disediakan, tujuh gerai diantaranya kosong tak diminati peserta.
Kadiskoperindag Kabupaten Bandung, Popi Hopipah membantah adanya anggapan kurang meriah pada kegiatan tersebut. Karena kata dia, hari ini baru pelaksanaan pembukaan. Selain itu, memang pihaknya menargetkan pengunjung yang datang akan membludak di saat libur akhir pekan yang bertepatan dengan libur panjang.
“Ini baru opening dan seremonial saja. Justru kami berharapnya di dua hari berikutnya karena masuk akhir pekan,” kata Popi di sela pembukaan Soreang Expo.
Popi mengatakan, Soreang Expo yang pertama ini akan jadi bahan evaluasi untuk k depannya. Apalagi dari segi pemilihan tempat yang lebih starategis dijangkau masyarakat.
“Kami belajar dari sini, kalau di sini kurang strategis, kedepannya bisa mencari tempat lain. Memang, kalau di kota-kota besar biasanya pameran digelar di mall yang memang animo masyarakatnya besar,” tukasnya.