
SOREANG – Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. selain itu, UMKM juga mampu berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan.
Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH,S.Ip., M.Ip mendorong pertumbuhan perekonomian rakyat, melalui adanya kerjasama pasar modern mini market dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Kabupaten Bandung. Dengan adanya kerjasama keduanya, kata Bupati, Bumdes bisa lebih terdukung, karena produk-produk unggulan dari wilayah bisa dipasarkan dengan lebih baik melalui manajemen pasar modern.
“Saya dorong Bumdes supaya bisa digandeng oleh pasar modern, seperti minimarket yang sekarang sudah menjamur. Tercatat ada 484 minimarket yang tersebar. Namun bukan saja dalam hal pemasaran saja kerjasamanya, tetapi juga dengan memberikan pembinaan manajemen pemasaran kepada para pengelola Bumdes,” ungkap bupati usai membuka Seminar UMKM, yang diinisiasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung bersama PT. Indomaret di Gedung Dewi Sartika Soreang, Kamis (20/9/18).
Selain kerjasama dengan Bumdes, Dadang berharap agar produk unggulan UMKM Kabupaten Bandung bisa bersaing di pasar modern. Contohnya dengan memajang dan menjual produk di supermarket-supermarket.
“Saya harap produk-produk UMKM dan UKM Kabupaten Bandung bisa terjual sejajar dan terpajang dengan produk bermerk lainnya di pasar modern. Ini kita dorong untuk penguatan ekonomi rakyat. Selain itu, peningkatan SDM seperti seminar ini bisa diteruskan dalam bentuk loka karya, konsultasi bisnis terkait peningkatan kualitas rasa, kemasan, manajemen penjualan dan yang lainnya,” ucap Dadang didampingi Kepada Bagian ekonomi Setda Kabupaten Bandung Dindin Syahidin,S.Ip.,M.Si.
Dalam hal kepatuhan perijinan, imbuh Dadang, para pengusaha minimarket juga harus mendaftarkan izin usahanya menggunakan alamat Kabupaten Bandung. Hal itu menurutnya akan mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan dari pihak swasta, untuk menopang pembangunan untuk masyarakat Kabupaten Bandung.
“Dalam upaya percepatan pembangunan yang didukung dari PAD, semua ijin usaha harus diselesaikan oleh para pengusaha. NPWP-nya ya harus terdaftar di Kabupaten Bandung, supaya ada pemasukan untuk PAD. Kalau ijin usaha sudah ada, silahkan beroperasi, namun tetap CSR-nya disalurkan, khususnya untuk meningkatkan entreprenership masyarakat Kabupaten Bandung,” tandas bupati.
Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang M, Naser sepakat kalau program CSR pengusaha pasar modern bisa ikut mendorong meningkatnya perekonomian masyarakat, di samping pembangunan lainnya.
“Sesuai komitmen yang dibangun, keberadaan Dekranasda ini hadir untuk melakukan pembinaan. Terlepas dari fungsi untuk membina pengrajin, keberadaan para pelaku usaha di bidang lain di Kabupaten Bandung juga sangat banyak, seperti kuliner khas, fashion dan lainnya. Jadi kita apresiasi bagi pengusaha pasar modern yang menyatakan keberpihakannya cukup besar kepada para pelaku UMKM, khususnya di Kabupaten Bandung,” ucap Nia
Menurutnya, pemerintah sudah berupaya melakukan pengembangan UMKM ke depan. Bersama Dekranasda, lanjut Nia, upaya bagaimana produk UMKM lokal Kabupaten Bandung mampu eksis dan mampu bersaing di era saat ini akan terus dilakukan, tentunya dengan prosedur yang sesuai.
Nia bilang, dalam meningkatkan pemasaran, para pelaku UMKM jangan dipolemikan tentang keberadaan pasar modern dan tradisional. “Yang jelas kita penuhi saja permintaan pasar mengenai kualitas produk, tempat berjualan yang representatif, juga standar pelayanan yang baik kepada pembeli,” urainya.
Pada kesempatan itu selain pelaksanaan seminar UMKM, Indomaret menyerahkan 7 unit gerobak usaha kepada Dekranasda, juga pembagian tempat sampah untuk area Kecamatan Ciwidey.***