
PACET, Balebandung.com – Calon Bupati Bandung nomor urut 3 HM Dadang Supriatna menyatakan santri harus memiliki softskill, sehingga mereka bukan saja paham dalam ilmu agama, tapi juga mahir dalam lapangan kerja.
Softskill adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan. Sedangkan hardskill bisa diperoleh dari edukasi formal seperti perkuliahan, pesantren, pelatihan, maupun program sertifikasi.
“Santri juga harus dibekali softskill agar mahir juga di lapangan kerja dan mampu menciptakan lapangan kerja. Program saya ini bertujuan untuk lebih memberdayakan santri,” kata Dadang saat peringatan Hari Santri Nasional ke-5, di Pesantren Sinapeul Badrul Ulum Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Kamis (22/10/2020).
BACA JUGA : Bedas Janjikan Insentif Guru Ngaji Dituangkan dalam Perda Diniyah dan Pesantren
Cabup Bandung yang disapa Kang DS ini mengaku sangat bergembira dengan momentum Hari Santri Nasional yang menurutnya sangat untuk diperingati guna mengingat peranan santri kepada negeri selama ini dan mengingatkan santri untuk terus mengabdi kepada negeri.
“Saya ucapkan Selamat Hari Santri Nasional yang kelima. Semoga santri terus berguna untuk negeri,” ucapnya.
Dalam setiap kampanyenya cabup yang berpasangan dengan Cawabup Sahrul Gunawan ini kerap menyampaikan program unggulannya, yang salah satunya adalah pemberian insentif bagi ustadz dan ustadzah, serta iuran BPJS Kesehatan gratis. Program tersebut akan dituangkannya dalam Perda Diniyah Takmiliyah dan Pesantren, jika dirinya terpilih di Pilbup Bandung 9 Desember 2020.
Kang DS menandaskan kepemimpinannya akan memberikan prioritas penting terhadap santri. “Jika terpilih, saya akan membuatkan RJPMD 2021-2026 untuk penganggaran pesantren maupun Diniyah Takmaliyah. Hal itu sesuai dengan Undang-undang Pesantren Nomor 8 tahun 2019, kita akan membuat perda turunannya,” tandas Dadang Supriatna. ***