
BANDUNG, Balebandung.com – Terpidana mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin mendapat Cuti Menjelang Bebas (CMB) dari Lapas Sukamiskin Kota Bandung sejak Minggu (14/6/2020) lalu.
Nazarudin mendapat CMB setelah keluar Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor : PAS-738.PK.01.04.06 Tahun 2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang Cuti Menjelang Bebas atas nama Muhammad Nazaruddin Bin Latief.
Selama menjalani CMB, Nazarudin harus wajib lapor satu minggu satu kali melalui video call ke pembimbingnya di Badan Pemasyarakatan (Bapas) Kota Bandung.
Kasi Bimbingan Klien Dewasa (BKD) Bapas Bandung, Budiana menyebutkan, seharusnya Nazarudin langsung melapor ke Bapas saat mendapat CMB, namun karena situas masih pandemi Covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka wajib lapor hanya dilakukan melalui video call.
“Karena sekarang masih PSBB, jadi satu minggu satu kali via video call harus menyampaikan lokasinya di mana, pergerakan dia harus kami ketahui, sebagai pembimbingnya,” kata Budiana, kepada wartawan, Selasa (16/6/2020).
Dikatakan Budiana, Nazarudin akan berada di Bandung selama menjalani CMB. Kalaupun akan pergi ke luar kota, dia harus wajib melapor kepada Bapas.
“Sekarang di Bandung dulu, nanti setelah bebas bisa tinggal di Bogor atau Jakarta, tapi di Bandung juga ada perusahaannya. Kalau misalnya dia mau ke luar kota, harus lapor, itu di luar wajib lapor,” jelasnya.
Menurut Budiana, setelah menjalani cuti menjelang bebas dari 14 Juni hingga 13 Agustus 2020, Nazarudin akan dinyatakan bebas murni.
“Dia cuti menjelang bebas, bebas murninya setelah cuti menjelang bebas 13 Agustus nanti,” ujar Budiana.
Pada kesempatan itu, Budiana mengingatkan Nazarudin agar selalu menjaga perilaku dan tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum selama menjalani CMB.
“Harus berperilaku baik, jangan melakukan tindak pidana yang baru, dia menerima dengan ikhlas apa yang terjadi, dia juga sudah mengakui kesalahan dia dan teman-temannya,” ujar Budiana.
“Apalagi posisi penjaminnya ada di Bandung, sadara sepupu anak dari adik bapaknya, namanya Muhammad Fatar, satu darahlah. Dia dosen di Nurtanio, dan tinggal di Taman Cibaduyut Indah Bandung,” ungkap Budiana.***