Satu hal yang sering salah dipahami adalah orang mengasosiasikan membuat start-up karena ingin kaya raya. Ini salah besar. Start-up tidak identik dengan kaya raya. Bila Anda ingin kaya raya, maka menjadi pegawai (profesional) memiliki probabilitas yang lebih besar. Gaji di perusahaan multi-nasional yang raksasa bisa mencapai ribuan dolar per bulan. Lupakan membuat start-up.
Dalam sebuah start-up, seringkali founder malah justru lebih menderita. Dalam hal penggajian, misalnya, pegawai digaji duluan, baru foundernya. Itupun kalau masih ada sisa. Nah, masih mau membuat start-up?
Mengapa orang mau membuat start-up? Karena ingin memecahkan masalah dan ingin membuat perubahan di dunia. Ada sebuah kutipan dari seorang jutawan (dolar tentunya) di acara “secret millionaire”: “They are making changes in the world, and I am only making money.” by Budi Rahardjo, Dosen ITB, Praktisi IT.