
SOREANG – Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mengklarifikasi atas beredarnya video viral oknum petugas Dishub Kabupaten Bandung yang melakukan pemukulan terhadap dua warga sipil. Humas Dishub Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo membantah jika kekerasan yang tampak di tayangan video viral itu akibat jatah parkiran.
“Laporannya kami terima pagi tadi. Jadi, kejadiannya tidak seperti yang beredar di media sosial, bukan soal jatah parkiran. Tapi dipicu oleh hal lain yang dalam tiga hari belakangan ini, kedua warga yang dipukul itu adalah Pak Ogah atau tukang parkir yang ikut mengatur lalu lintas,” tukas Eric kepada wartawan saat ditemui di Kantor Dishub Kab Bandung di Soreang, Rabu (20/2/19).
Eric menjelaskan, dalam tiga hari terakhir ada dua even besar di Soreang yakni kegiatan Millenial Road Safety Festival di Stadion Jalak Harupat dan pengamanan pertandingan Persib Bandung.
“Sebelum Millenial Road Safety Festival itu, petugas kami yang ada di video itu sudah memperingatkan kepada kedua Pak Ogah untuk tidak melakukan pengaturan lalu lintas karena sudah ditangani oleh Polres Bandung dan Dishub Kabupaten Bandung,” terang Eric.
Setelah diberi peringatan pertama, kedua Pak Ogah itu melakukan lagi hal serupa, ikut-ikutan mengatur lalu lintas di pertigaan Alfamart Sukarame Kecamatan Soreang, dekat Komplek Perkantoran Pemkab Bandung.
“Yang kedua kalinya saat ada pengamanan pertandingan Persib di Stadion Jalak Harupat, mereka melakukannya lagi meski sudah diperingatkan,” imbuh Eric.
Setelah itu, maka terjadilah insiden pemukulan tersebut pada Selasa (19/2) sore, yang dilakukan petugas Dishub Kab Bandung berinisial Nn, seorang tenaga harian lepas.
“Jadi, setelah kami panggil untuk mengkonfirmasi kepada petugas kami itu, video viral tersebut bukan soal pungli atau jatah parkiran seperti yang beredar di medsos,” kilah Eric.
Kendati begitu, Erik menegaskan dengan alasan apapun, tindakan Nn tidak dibenarkan. Sehingga, Nn akan diberikan sanksi oleh Dishub Kab Bandung.
“Secara administrasi akan disanki. Tapi akan koordinasi dengan pimpinan, seperti bagian kepegawaian dan lainnya, apa sanki yang akan diberikan. Kami juga akan memperdalam apa penyebabnya, kesalahannya apa, dan siapa yang salah,” tandasnya. ***