FDAS Citarum – Gerakan Hejo Siap Terdepan Sukseskan Citarum Harum

oleh -26 Dilihat
oleh
Ketua FDAS (Forum Daerah Aliran Sungai) Citarum Eka Santosa bersama Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo, saat diskusi revitalisasi Sungai Citarum di Aula Graha Tirta Jln. Lombok Kota Bandung, Minggu (21/1/18). by isur
Ketua FDAS (Forum Daerah Aliran Sungai) Citarum Eka Santosa bersama Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo, saat diskusi revitalisasi Sungai Citarum di Aula Graha Tirta Jln. Lombok Kota Bandung, Minggu (21/1/18). by isur
Ketua FDAS (Forum Daerah Aliran Sungai) Citarum Eka Santosa bersama Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo, saat diskusi revitalisasi Sungai Citarum di Aula Graha Tirta Jln. Lombok Kota Bandung, Minggu (21/1/18). by isur

BANDUNG – Ketua FDAS (Forum Daerah Aliran Sungai) Citarum Eka Santosa, diundang khusus oleh Panglima Kodam III Siliwangi, Mayjen TNI Doni Monardo, pada acara diskusi revitalisasi Sungai Citarum di Aula Graha Tirta Jln. Lombok Kota Bandung, Minggu (21/1/18). Dalam pertemuan yang dihadiri ratusan ulama dan kiai se-Jawa Barat itu digelar turut hadir Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Dalam perbincangan singkat di sela-sela acara itu, Eka Santosa menyatakan bukan hanya mendukung, Forum Daerah Aliran Sungai (FDAS) Citarum dan Gerakan Hejo siap menjadi garda terdepan menyukseskan program Citarum Harum yang sedang digarap jajaran Pangdam III Siliwangi dan Pemprov Jawa Barat.

Pernyataan Ketua FDAS Citarum Jawa Barat, Eka Santosa, sekaligus menyikapi dan apresiasi langkah penyelamatan (revitalisasi) Sungai Citarum oleh Pangdam III Siliwangi Meyjen TNI Doni Monardo dibantu unsur penegakan hukum oleh Polda Jawa Barat. “Jangan khawatir, kami dari FDAS Citarum siap membantu dari depan, tidak dari belakang,” tandas Eka Santosa.

Eka menjamin, personel FDAS Citarum sudah siaga di sub DAS alias anak, cucu dan cicit Sungai Citarum. Bahkan di bawah binaan Gerakan Hejo (GH), FDAS Citarum sudah bergerak sejak lama mengawal pembenahan Sungai Citarum.

Menurut Eka Santosa yang juga Ketua Umum Gerakan Hejo, untuk merevitalisasi Sungai Citarum, salah satunya melalui pendekatan sosial budaya. Di sisi lain, Eka menghormati kejujuran Gubernur Ahmad Heryawan soal beberapa program yang selama ini sempat kandas.

Ia berharap untuk kali ini gubernur optimis langkahnya akan sukses, program Citarum Harum dapat terlaksana dengan baik. Eka mengakui untuk penanganan masalah Citarum tidak saling menyalahkan satu sama lain, apalagi mengungkit ketidakberhasilan masa lalu. Baginya masa lalu menjadi evaluasi. Harus lebih mengutamakan program ke depan dengan keseriusan yang ditopang komitmen moral.

Baca Juga  Azis Gagap, Ray, dan Ferry Curtis Ajak Semua Artis Bersatu untuk Palestina

“Saya optimis, sudah terbukti secara struktural instruksi Panglima ke semua prajurit untuk terjun langsung bersama masyarakat, akan berhasil. Saya merespon atas ajakan panglima untuk turut berintegrasi,” tandas Eka.

Eka berjanji akan menggerakan FDAS Citarum dan Gerakan Hejo yang mengkoordinasikan berbagai elemen masyarakat di kabupaten dan kota yang teraliri Sungai Citarum. semuanya, korwil, sub DAS sampai ke kelompok-kelompok masyarakat di tingkat RT. Eka akan berkoordinasi dengan jajaran Kodam, Kodim, Koramil, sampai tingkat Babinsa.

“Saya yakin Citarum dalam waktu dekat akan normal. Mengingatkan kembali bahwa sungai ini untuk kehidupan kita sehingga harus dipelihara dan dijaga secara baik,” papar Eka.

Mengutip istilah uga para tetua adat (olot), sungai itu ibarat urat nadi dalam tubuh kita. Siapa lagi kalau bukan kita yang harus menjaga agar urat nadi itu bekerja sempurna.

Di sisi lain, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo memaparkan data dan langkah-langkah penyelamatan Sungai Citarum dengan sangat gamblang. Di hadapan ratusan ulama dan kiai se-Jawa Barat itu pangdam menjelaskan secara detail dan sistematis.

Doni Monardo sendiri di hadapan para ulama dan kiai se-Jawa Barat berharap pendekatan religius dalam mengatasi parahnya Sungai Citarum harus dikedepankan secara terintegrasi.

”Tidak ada pihak yang ditinggalkan dalam program ini. Semua diakomodir secara terbuka. Citarum milik kita semua, untuk generasi mendatang,” ujarnya. Dalam pemaparan sosialisi Citarum Pangdam mempertontonkan slide.

Untuk sungai sepanjang 297 km itu dibutuhkan sekurangnya 125 juta pohon, terdiri atas 25 juta tanaman keras dan 100 juta tanaman perdu. “Setidaknya ini akan mengurangi banjir hingga tahun 2027,” ujar Doni dalam pemaparannya.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam pidato penutupan Program Citarum Harum itu berharap, upaya kali ini berhasil sempurna. Paling tidak, Citarum menjadi bersih dan terhindar dari penyakit dan polusi berbahaya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.