FFF Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Digital

oleh -33 Dilihat
oleh
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menerima relawan FFF di Pendopo Kota Bandung, Senin (23/1). by Humas Pemkot Bandung
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menerima relawan FFF di Pendopo Kota Bandung, Senin (23/1). by Humas Pemkot Bandung

BANDUNG – Kota Bandung sebagai kota yang mengedepankan teknologi digital dan Smart City akan kembali meluncurkan inovasi berbasis digital dalam mengentaskan kemiskinan.

“Tahun 2017 ini kita fokus mengentaskan kemikinan dengan jalur cepat. Yang sudah disiapkan, selain anggaran juga dengan partisipasi masyarakat, dengan cara mencanangkan sistem Family for Family (FFF) atau satu keluarga yang mapan mengasuh satu keluarga pra sejahtra,” ungkap Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung, Senin (23/1/17).

Dengan sistem FFF ini 60 ribu warga tak mampu akan didata serta dicatat dalam database digital oleh relawan sehingga pada saat ditampilkan di web akan menampilkan profil lengkap kekurangan sebuah keluarga tidak mampu, yang dapat menjadi acuan bagi keluarga mampu yang akan mengasuhnya.

Menurut Ridwan, Triple F ini merupakan suatu sistem yang tidak hanya mengedepankan sisi materi, api akan lebih menjalin hubungan emosional. “Jadi, bukan hanya dibantu secara materi, tapi diberikan bantuan lain bersifat moril, panduan, serta monitoring berdasarkan profil keluarga tidak mampu yang diasuh, sehingga nantinya akan bisa mandiri setelah mampu dan dilepas,” paparnya.

Terkait besarnya nilai bantuan, Emil mejelaskan setelah dihitung diperkirakan untuk jangka waktu paling cepat yaitu 1 tahun, sebuah keluarga tidak mampu membutuhkan sekitar Rp10-15 juta.

“Bila nanti ada kebutuhan materi dengan angka nominal tertentu untuk dibelikan suatu penunjang usaha keluarga yang tidak mampu, akan dibelanjakan melalui relawan FFF sehingga benar-benar diserap sesuai kebutuhannya,” kata dia.

Dilihat dari sosiologis, Emil juga mengatakan dengan Sistem FFF ini antar keluarga akan terjalin hubungan emosional karena sering bertemu, bisa memonitor, memantau permodalan atau mencarikan pekerjaan bagi keluarga yang diasuhnya.

“Ini salah satu mediasi canggih digital dan terpercaya. Dengan program FFF ini akan terjalin jalinan emosional. Beda dengan bentuk bantuan yang hanya berupa materi karena antara keluarga tidak selalu bertemu,” tukasnya.

Baca Juga  Para Tokoh Jawa Barat Sepakat Bentuk Front Nasional

Website FFF ini akan di-launching pada Februari 2017 dan bisa diakses langsung oleh masyarakat. “Untuk namanya kenapa pake bahasa Inggris karena akan dibawa sampai ke tingkat dunia. Jadi nantinya bila ada donatur dari luar negeri bisa mendonor juga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.