
BANDUNG – Setelah Partai Nasdem dan Partai Golkar, kini Partai Hanura Jabar menyusul menolak pengadaan mobil Toyota Fortuner untuk anggota DPRD Jabar. Penegasan tentang penolakan ini disampaikan secara langsung oleh Ketua DPD Partai Hanura Jabar Fitrun Fitriansyah pada pidato pertamanya sebagai Ketua Hanura Jabar yang baru di Hotel Savoy Homman Bandung, Jumat (29/4/16).
“Saya berjanji menunjukkan komitmen tersebut dengan memulai langkah nyata, mengintruksikan Faksi Hanura DPRD Jawa Barat untuk menolak pengadaan mobil Fortuner,” tandas Fitrun usai pelantikan pengurus DPD Partai Hanura Jabar.
Ia beralasan penolakan tersebut karena fasilitas yang dibeli menggunakan uang rakyat, sementara pemutusan hubungan kerja di Jawa Barat masih banyak. “Fasilitas yang dibeli dari pajak rakyat dari keringat rakyat. Saya sebagai ketua partai tidak mau menanggung malu bila naik Fortuner kemudian ditonton oleh banyak masyarakat Jabar yang masih tidak mampu,” ungkapnya.
Partai Hanura sendiri menempatkan tiga orang kadernya di kursi DPRD Jabar. Ketiganya adalah, Marjaya Ibrahim, Imas Noeraeni, dan Eryani Sulam. Di DPRD Jabar, Hanura bergabung dengan Partai Nasdem membentuk satu fraksi.
Terkait acara pelantikan Hanura Jabar yang juga dihadiri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Bupati Bekasi Neneng Hasanah, juga Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi, Fitrun bilang partainya terbuka dan siap menjadi yang terbaik jelang pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2017 dan 2018.
“Kehadiran mereka sebatas konsolidasi demokrasi di Jawa Barat. Yang jelas kita siap menjadi partai terbaik dalam pelaksanaan Pilkada Serentak,” tegas Fitrun.