Harlah Satu Abad, Ketua Fraksi PKB DPR RI : Proses Perjuangan NU Kabupaten Bandung

oleh -37 Dilihat
oleh
Ketua Fraksi PKB DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal bersama Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung HM. Dadang Supriatna pada giat tasyakur 1 abad NU di Kantor PC NU Kabupaten Bandung Jalan Raya Laswi Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Minggu (5/2/2023) malam./bb2/bbcom/

CIPARAY,balebandung.com – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia DR. H. Cucun Ahmad Syamsurijal menyampaikan proses perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Bandung.

“Dulu kita dari nol. Mau membangun kantor saja harus mengumpulkan uang seratus lima puluh juta, tidak ngumpul,” kata Cucun.

Ketua Fraksi PKB DPR RI mengungkapkan hal itu pada kegiatan memperingati hari lahir satu abad NU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung bersama Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Bandung yang menggelar tasyakur serentak se-Kabupaten Bandung di Kantor PC NU Kabupaten Bandung Jalan Raya Laswi Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Minggu (5/2/2023) malam.

Anggota dewan asal Sumbersari Ciparay ini menyebutkan bahwa tidak mudah mengangkat harkat dan derajat dalam perjuangan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bandung.

“Dulu, sulit sekali untuk bertemu dengan pejabat eksekutif (Bupati) kini kita sudah memiliki Bupati, saya mengajak untuk semua kader Nahdliyin untuk bersama-sama berkiprah di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Pasalnya, Cucun menilai untuk memenangkan proses politik meraih jabatan Bupati tidak mudah.

“Saya merasa bangga Bupati sudah kita dapatkan. Maka saya mengajak sekaligus berpesan mari berjamaah berdasarkan politik. Mari kita besarkan NU ini, baik yang berkiprah menjadi kader politik, teknokrat maupun birokrat,” ujarnya.

Cucun mengatakan, kegiatan memperingati satu abad NU di Kabupaten Bandung merupakan bagian dari rangkaian tasyakur. “Secara nasional, PKB serentak se-Indonesia melaksanakan kegiatan 1 abad NU, seperti yang diungkapkan Ketua Umum DPP PKB Gus Muhaimin bahwa dari mulai tingkat ranting desa, PKB dengan ranting NU menyatu hari ini,” kata Cucun.

Begitu juga dengan pengurus di tingkat kecamatan, kata Cucun, MWC NU dengan PAC PKB menyatu semuanya. “PCNU tingkat kabupaten dengan DPC PKB ngumpul semuanya. DPW PKB kemudian dengan PWNU, kita juga tadi bersama kiyai semua melakukan tasyakur dari mulai pagi melakukan hatam Alquran, istighosah. Tidak lain ini bagian dari rasa syukur, 1 abad NU akan terlewati karena nanti tepat tanggal 7 jam 00.00 ini usia satu abad Nahdlatul Ulama,” tutur Cucun.

Baca Juga  Alumni SMPN 2 Ciparay Bangun Masjid Al-Burhan

Cucun mengungkapkan, kiprah NU tidak diragukan lagi. Penguatan di sini bagaimana, merefleksi perjalanan NU di abad kesatu hadir menjadi perekat negara.

“Makanya, tadi kita ambil narasumber Pak KH Ahmad Baso mensosialisasikan bagaimana dulu pencipta lambang NU itu. Bola dunia dikasih ikatan tambang, supaya semua punya spirit yang sama menjaga persatuan. Tambang itu tak diikat secara kencang, fleksibel tambangnya supaya tetap orang yang mau masuk NU juga masih longgar bisa masuk,” katanya.

Dikatakan Cucun, NU akan terus hadir sebagai penyinar bangsa, sebagai perekat bangsa, dan jaga persatuan. “Sudah terbukti, NU tidak diragukan lagi. Kami di Kabupaten Bandung, dengan Pak Bupati Bandung sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung, Ketua PC NU Kabupaten Bandung dan semua hadir bukan untuk memanfaatkan isu 1 abad NU. Kami sebagai anak-anak NU semua, anak-anak nahdliyin tidak lain untuk mengungkapkan rasa syukur NU kedepan menjadi tanggungjawab kami semua. Tanggungjawab kita semua, untuk lebih di tengah-tengah masyarakat hadir,” ungkapnya.

Cucun pun mengungkapkan bahwa sinergitas antara umaro dan ulama di Kabupaten Bandung sudah terwujud. “Umaronya anak NU. Para ulamanya semua yang betul-betul mereka happy dimana para kiyai maupun ulama yang dihargai para umaro. Dengan program-program yang cukup brilian di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Sementara itu H.M Dadang Supriatna Ketua DPC PKB sekaligus Bupati Bandung menyebutkan bahwa NU memainkan peran penting sejak kemerdekaan bahkan hingga kini kiprah NU untuk bangsa tidak diragukan lagi. Oleh karena itu, sebagai pimpinan partai, ia menggaungkan tagline “Aku NU, Aku PKB”.

“Aku NU, Aku PKB, itu slogan yang kami gaungkan. Oleh karena itu kita harus bersatu. Saya pun tegak lurus sebagai Bupati dan Ketua DPC PKB untuk menang. Saya yakin KBNU dan PKB akan menang. Oleh karenanya saya meminta kepada pengurus untuk terus melakukan konsolidasi sejak saat ini,” ujarnya.

Baca Juga  Hadiri Pelantikan Pengurus PWI dan IKWI, Bupati Bandung Berharap Pers Sampaikan Informasi Secara Profesional

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PCNU Kabupaten Bandung DR KH Asep Jamaludin menyampaikan bahwa dalam perayaan satu abad NU ini pertama kalinya digelar silaturahmi antara PKB dan Nahdlatul Ulama.

“Ini pertama kali dalam suatu waktu diadakan bersama bersama. Pasalnya, tidak mungkin seorang orantua lupa kepada anaknya. Begitu lupa seorang anak tidak lupa kepada orangtuanya,” ujarnya.

Kyai Asep Jamaludin menyebutkan selama ini kontribusi Partai Kebangkitan Bangsa kepada Nahdlatul Ulama tidak diragukan lagi, karena sejak awal tidak memiliki kantor sekretariat kini memiliki tiga lantai.

“Selama tujuh tahun perjuangan membangun kantor sekretariat. Ini kontribusi Kang Haji Cucun dan PKB sehingga bangunan ini pun jadi. Di luar kontribusi pada kegiatan NU beserta Banom,” ujarnya.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung, lanjutnya tidak akan membiarkan anaknya terlantar. Perlu didukung hidupnya berkah dan mendapat Rahmat dari Allah SWT. Ia pun sebagai Ketua PCNU merasa bangga mempunyai anak yang berterima kasih kepada orang tuanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.