
BANDUNG – Deputi Direktur BI Kanwil Jawa Barat Suarpika Bimantoro mengungkapkan, Jawa Barat memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak secara nasional yakni sekitar 47 juta jiwa dan 98% penduduknya muslim, Jabar memiliki modal sumber daya manusia yang sangat potensial untuk diarahkan sebagai insan penggerak pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Akan tetapi pada kenyataannya saat ini, penetrasi pemanfaatan layanan jasa keuangan syariah di Jawa Barat masih perlu disosialisasikan. Pangsa pemanfaatan layanan jasa pembiayaan perbankan syariah di Jabar terhadap total kredit perbankan di Jawa Barat masih relatif kecil, yaitu 8,4%, meski sudah lebih baik dibandingkan dengan pangsa pemanfaatan layanan jasa pembiayaan perbankan syariah nasional terhadap total kredit perbankan nasional yang baru mencapai 5,9%.
Di sisi lain, kondisi perkembangan keuangan syariah di Jawa Barat yang terpantau pada triwulan II 2017 mengalami peningkatan. Hal ini didorong oleh pertumbuhan pembiayaan perbankan umum syariah di Jawa Barat yang meningkat. Hingga triwulan II 2017, pertumbuhan pembiayaan syariah di Jabar sebesar 10,6% (yoy) meningkat dari triwulan I 2017 sebesar 8,4% (yoy).
“Berdasarkan distribusi jenis kegiatannya, pembiayaan syariah di Jabar masih didominasi untuk kegiatan konsumsi sebesar 49%. Sementara itu, pemanfaatan pembiayaan syariah untuk pembentukan modal kerja usaha sebesar 31% dan untuk keperluan kegiatan investasi baru 21%,” kata Suarpika Bimantoro, saat Kick-Off kegiatan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa, di Bale Asri Pusdai Bandung, Rabu (14/9/17).
Selain itu, DPK perbankan umum syariah di Jawa Barat pada Triwulan II 2017 tercatat tumbuh stabil sebesar 14,2% (yoy) dibanding triwulan I 2017. Pangsa DPK Perbankan Syariah Jabar terhadap Total DPK Perbankan Syariah Nasional sebesar 11,7%.
“Hal-hal tersebutlah yang mendorong Bank Indonesia melakukan berbagai upaya yang dapat meningkatkan pangsa keuangan syariah di Jawa Barat, salah satunya melalui kegiatan FESyar Regional Jawa ini yang berkolaborasi dengan Kantor Regional 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat dan berbagai lembaga keuangan syariah bank dan non bank di Jawa Barat,” kata Suarpika.