CIPARAY, balebandung.com – Sejumlah kader milenial turut bergabung dengan DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung, Kamis (4/8/2022). Mereka tertarik bergabung dengan Partai Demokrat karena partai politik ini lebih mengutamakan kepentingan masyarakat.
Kader baru Partai Demokrat itu, selain dari kalangan anak-anak muda, juga dari kalangan/tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, politisi senior, pelaku usaha/pengusaha dan berbagai kalangan lainnya yang ramai-ramai bergabung dengan Partai Demokrat tersebut.
Sejumlah kader baru Partai Demokrat itu hadir pada sebuah kegiatan dalam penyerahan pakaian/kemeja sekaligus kartu tanda anggota partai politik tersebut.
Penyerahan pakaian dan kartu tanda anggota Partai Demokrat itu langsung diberikan oleh Dewan Pertimbangan DPD Partai Demokrat Jawa Barat H. Dede Yusuf M. Effendi dan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung Saeful Bachri disaksikan para kader partai lainnya.
Kegiatan tersebut dilangsungkan di Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung di Graha Wirakarya Jalan Raya Laswi Desa Manggungharja Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung.
Dede Yusuf sekaligus Wakil Ketua Komisi X DPR RI, mengatakan, pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung sedang melakukan pengkaderan dari berbagai kelompok usia maupun profesi.
“Pengkaderan ini akan dilaksanakan setiap dua bulan sekali, seiring dengan proses verifikasi tahapan pemilu. Tentunya, kita membutuhan tokoh-tokoh yang baik yang bisa mewakili kelompoknya masing-masing,” tutur Dede Yusuf didampingi Saeful Bachri kepada wartawan usai penyerahan atribut Partai Demokrat kepada kader baru.
Dede Yusuf juga mengaku bangga dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan partai itu setelah mendapat dukungan dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang akrab disapa AHY.
“Mas Agus (AHY) ini yang selalu berkeliling ke mana-mana untuk melakukan silaturahmi 360 derajat. Hubungan kita dengan semua partai cukup baik. Di pusat, kita bagian dari oposisi. Tapi ketika bersama dengan masyarakat, berkoalisi dengan rakyat kita melakukan silaturahmi 360 derajat. Itu sama harus dilakukan pengurus DPC untuk bersilaturahmi dengan semua partai yang ada di Kabupaten Bandung ini,” tuturnya.
“Karena bagaimana pun kita ingin membangun, bukan merusak tatanan yang ada. Mohon doanya, untuk Partai Demokrat kedepan,” imbuhnya.
Ditanya koalisi partai jelang Pemilu 2024, Dede Yusuf mengatakan, sama halnya pada pelaksanaan Pilkada. Koalisi bisa terjadi jelang Pemilu maupun Pilkada.
“Kita berpikir koalisi harus dibangun sejak awal, betul melalui silaturahmi dan kedekatan emosional. Visi misinya pun harus jelas dulu, karena kalau berbicara koalisi seperti kita mengurus rumah tangga. Harus bersama-sama terus. Jangan sampai baru satu tahun, ternyata sudah pecah kongsi. Itu banyak terjadi karena koalisi yang dibangun terburu-buru. Untuk itu, visi misi harus seiring sejalan,” tutur Dede Yusuf.
Ia mengatakan Pemilu dan Pilkada 2024 masih lama, dan koalisi bisa terbangun jauh sebelum penetapan. “Itu bisa,” katanya.
Dikatakannya, Partai Demokrat sudah menjalin komunikasi secara rutin dengan PKS, dan Nasdem. “Partai Demokrat terus membangun komunikasi. Dan bukan hanya dengan PKS dan Nasdem, tapi membuka komunikasi dengan partai lainnya,” ujarnya.
Menurut Dede Yusuf, dalam menetapkan koalisi melalui Majelis Tinggi Partai Demokrat. “Menetapkan siapa Capres, siapa Cawapres, koalisi, itu tetap majelis tinggi yang menetapkan. Ketum tentu punya suara,” katanya.
Dikatakan, saat ini yang sudah mesra dengan Partai Demokrt, yaitu PKS dan Nasdem. Ketiga partai itu sudah seiring dan sejalan. “Dalam proses perjalanan, apa yang terjadi dalam peristiwa nasional, itu juga akan menentukan peta koalisi,” tuturnya. ***