
IBUN – Masyarakat diminta untuk tidak menyalahkan pemerintah saat produk-produk luar negeri membanjiri pasar-pasar di Indonesia. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung, Dra. Hj. Popi Hopipah, M.Si., mengatakan ketika produk-produk luar tersebut tidak ada pembelinya, maka otomatis akan hilang dengan sendirinya.
“Tidak usah membenci produk luar yang masuk ke kita dan juga tidak usah menyalahkan pemerintah. Kalau tidak dibeli produk-produk luar itu akan collaps sendiri. Maka dari itu, cintailah produk-produk dalam negeri,” kata Kadisperindag saat membuka acara Gebyar IKM, UKM dan UMKM di Kecamatan Ibun, Senin (22/5/17).
Menurut Popi, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Asean Free Trade Area (AFTA) sudah tidak bisa dihindari lagi. Maka apa yang dapat dilakukan para pengusaha dan masyarakat di Indonesia khususnya di Kabupaten Bandung untuk melawannya adalah dengan action.
“Banggalah dengan memakai produk sendiri, melihat produk makanan dan fashion yang dipamerkan ini, saya yakin akan berhasil bila dipasarkan di toko-toko moderen, terlebih untuk makanannya yang sudah bersertifikasi halal,” ujarnya.
Untuk pengemasan produk, lanjut Popi, Pemkab Bandung melalui Disperindag telah menyediakan mobil kemasan agar produk-produk UKM ini bisa bersaing dengan produk lain ketika memasuki toko-toko moderen.
“Pemerintah akan memfasilitasi UKM yang menginginkan produknya dipasarkan di toko-toko moderen. Tapi syaratnya dalam pengemasan harus bagus, baik dan menarik. Di luar itu kreatifitasnya saya apresiasi, karena kemasannya tidak menggunakan plastik sehingga lebih ramah lingkungan,” puji Popi.
Menjadi wirausahawan menurutnya tidak harus kaya, asal ada kemauan pasti ada jalan. Dia menyerukan agar para pemuda jangan lagi menjadi generasi muda beban negara, akan tetapi menjadi kebanggaan dan memberikan arti yang positif bagi negara.
“Jika semua kecamatan seperti ini, maka para IKM, UKM dan UMKM Kabupaten Bandung akan lebih meningkat lagi dari segi kualitas,” seru Popi.
Tujuan kegiatan Gebyar ini agar masyarakat lebih tertarik lagi untuk menciptakan lapangan kerja, dengan bangkitnya para pengusaha muda di IKM, UKM dan UMKM yang didukung baik oleh pihak swasta maupun pemerintah. Kebangkitan UKM merupakan suatu tenaga dan semangat baru bagi pemerintah daerah dalam upaya menekan angka pengangguran.
Tujuan lainnya untuk membentuk paguyuban IKM, UKM dan UMKM untuk saling berbagi ilmu yang bermanfaat, agar mempunyai daya saing yang lebih tinggi dan tercapainya kemandirian bagi para pengusaha, baik yang sudah maju maupun yang baru merintis.
Atas nama Pemkab Bandung, Popi mengungkapkan kebanggaan dan rasa terimakasihnya kepada para pelaku UKM Kecamatan Ibun, walaupun dari segi geografis terletak di bagian ujung Kabupaten Bandung, namun kreatifitasnya tidak kalah dengan kecamatan lain.
“Terima kasih juga kepada semua pihak yang selalu mendukung kelangsungan UKM Kabupaten Bandung sehingga bisa berbicara dan berprestasi di kancah internasional, semoga ke depan UKM Kabupaten Bandung lebih maju lagi,” pungkasnya.