
BANDUNG – Jajaran Pengurus Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jabar bersama Polda Jawa Barat mendeklarasikan tolak hoax, di Aula Bale Pasundan lt.2 Kantor Bank Indonesia Jl. Braga No.108 Kota Bandung, Rabu (4/4/18).
Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs.Agung Budi Maryoto Msi. dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada kalangan perbankan yang turut berpartisipasi dalam upaya menangkal hoax atau berita palsu, serta mendukung tugas Polda Jabar dalam memberantas hoax.
“Juga dalam rangka Pilkada Serentak di Jabar, sampai saat ini masih kondusif dan pihak kepolisian sudah mengungkap pelaku hoax,” kata Kapolda.
Menurutnya pentahapan pemilu yang ditetapkan oleh KPU sudah berjalan lancar sesuai dengan penjadwalan. Kapolda juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada masyarakat, “jadilah polisi bagi diri sendiri”.
Pada kesempatan itu Kapolda juga menyampaikan jelang Ramadhan 2018 pihaknya juga akan mendukung tugas Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi di Jabar melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dengan menurunkan Satgas Pangan untuk mengamankan barang kebutuhan masyarakat dari ulah para penimbun barang.
Agung berharap dalam Pilgub Jabar 2018, masyarakat bisa berkampanye dengan mengedepankan visi dan misi terbaik, dan tidak dengan menyebarkan berita bohong, fitnah, black campaihn, yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban serta dapat menghambat pesta demokrasi.
“Untuk itu KPU juga diminta bersikap netral, dan pengawasnya yakni Bawaslu bersikap adil, serta aparat penegak hukum sendiri akan mengawal dan mengamankan pesta demokrasi ini dengan baik,” ucap Kapolda.
Sementara Ketua BMPD Jabar dalam sambutan yang disampaikan oleh Sekjen BMPD Jabar Ismet Inono menyatakan peran perbankan dalam mendorong roda perekonomian sangat penting.
Sebagai lembaga kepercayaan, kata Ismet, tentu adanya berita tidak benar seperti logo BI dalam uang NKRI mirip lambing organisasi terlarang, adanya uang pecahan Rp200 ribu, penyebaran informasi pemberian hadiah dari industri perbankan dan sebagainya, apabila dibiarkan menurutnya akan berdampak terhadap fungsi intermediasi perbankan dan dapat melemahkan kegiatan perbankan.
“Untuk itu perbankan Jabar bersama sama Polda Jabar hari ini mendeklarasikan tolak hoax, sekaligus menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima dan meneruskan informasi tidak benar,” terang Ismet.
Deklarasi tolak hoax ini dihadiri sekitar 150 peserta yang diisi pembacaan deklarasi dan penandatanganan Tolak Hoax yang disaksikan Kapolda Jabar. Ada juga penayangan video tentang penolakan hoax.
Butir butir deklarasi tolak hoax secara garis besar menyatakan bahwa perbankan Jawa Barat menolak segala bentuk berita bohong, berkomitmen menyampaikan berita yang benar, menggunakan medsos secara bijak, mendukung Polri menindak tegas pelaku penyebar hoax, menjaga situasi dan kondisi Jabar tetap aman, damai dan kondusif, serta melakukan kerjasama menangkal dan menghentikan informasi tidak benar. []