
BANDUNG – Kesaktian Pancasila harus memperkokoh keyakinan kita bahwa Pancasila itu ideologi dan dasar negara yang merupakan kesepakatan bersama. Pancasila itu yang mempersatukan Indonesia yang beragam.
“Oleh karena itu, tidak boleh ada pikiran atau gerakan yang menginginkan pergantian ideologi Pancasila dengan faham yang lain,” kata anggota Komisi X DPR RI H. Dadang Rusdiana,SE.M.Si kepada Balebandung.com, Minggu (1/10/17).
Fenomena yang menarik saat ini, kata Dadang, ada “global paradoks”, di mana di satu sisi bahwa kita menjadi warga dunia yang tidak terbatas oleh teritori negara karena perkembangan teknologi informasi. Sementara di sisi lain ada fenomena sektarianisme yang menguat dan pudarnya toleransi.
Maka menurut Darus, sapaan Dadang Rusdiana, disini lah tantangan yang kita hadapi terutama bagaimana menguatkan ideologi bangsa ini pas bagi generasi milenial.
“Pemutaran atau Nobar G 30 S PKI atas inisiatif Panglima TNI tentu harus kita apresiasi sebagai upaya konstruktif dalam mengenalkan dan memperkuat ingatan kita tentang sejarah, terutama penghianatan PKI terhadap NKRI,” tandas Darus.
Sekretaris Fraksi Hanura DPR RI itu menerangkan, dengan film, masyarakat tahu kenapa kita haramkan PKI ada di bumi Indonesia ini. Maka menurutnya persoalan PKI sudah usai, dan isu kebangkitan tidak usah digoreng-goreng untuk kepentingan politik sesaat.
“Gak ada itu kebangkitan PKI ! Jangan mengada-ada. Malu kita sama orang yang cerdas. Habis energi kita untuk membahas takhayul politik yang tak cerdas ini,” tandas legislator dapil Kabupaten Bandung-Bandung Barat ini.
Jadi, imbuh Darus, yang penting bahwa Kesaktian Pancasila memberikan pelajaran pada kita bahwa siapapun yg mencoba-coba ingin mengganti idiologi negara, apakah itu komunis atau kelompok agama yang radikal. “Janganlah mimpi, Rakyat dan TNI akan bersatu mengalahkan,” tegasnya.