DAYEUHKOLOT, Balebandung.com – Bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpadu milik PT Mitra Citarum Air Biru (MCAB) di Jalan Cisirung Kelurahan/Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung tergenang banjir limbah pabrik dengan bau menyengat berwarna hitam pekat setinggi satu meter, Jumat (13/9/19).
Terendamnya bangunan IPAL di atas lahan seluas satu hektare tersebut akibat penutupan 8 pipa saluran air limbah “siluman” yang membuang limbah pabrik ke aliran Sungai Cisuminta, oleh jajaran Satgas Citarum Sektor 7 pada Kamis (5/9) lalu.
“Saat ini kondisi gedung PT MCAB sudah tergenang banjir oleh air limbah dan menjadi permasalahan karena berakibat terciumnya bau limbah menyengat yang mengganggu masyarakat sekitar. Kondisi ini akibat posisi MCAB lebih rendah dari sungai, sehingga terkena banjir limbah,” kata Komandan Sektor 07 Satgas Citarum Harum, Kolonel Kav. Purwadi kepada wartawan.
Baca juga; IPAL Terpadu Cisirung Bocor, Limbah Pabrik Cemari Lingkungan
Dengan kejadian ini, Purwadi menyimpulkan masih ada pabrik nakal yang melakukan tindakan mencemari lingkungan. Pihaknya menghitung ada 26 pabrik tekstil dan pabrik lainnya dilintasi Sungai Cisuminta.
“Kita sendiri belum tahu pipa dari pabrik mana saja yang melakukan tindakan tersebut, tapi nanti akan dikordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup,” tukasnya.
Dikhawatirkan akan terjadi banjir limbah akibat luapan sungai ke permukiman warga. Karena itu Satgas Citarum Harum tidak ingin kejadian ini terus berlarut dan akan mengundang pertemuan lagi dengan para pengusaha pemilik perusahaan.***