CANGKUANG – Asep Firman Hidayatuloh (12), warga Kampung Lembur Suuk, RT 04 RW 03, Desa/Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung menderita kejepit syaraf otak atau disebut dengan Orang Dengan Kecacatan (ODK) otak akut.
Akibatnya, kondisi tubuh pasien kurus kering tanpa daging, hanya tulang berbalut kulit, meski makanan pun masih bisa masuk. Anak dari pasangan Wawan Setiawan dan Lilis Sumiati sudah mendapat penanganan dari Pemkab Bandung melalui Dinas Sosial sejak tahun 2006 silam.
Kepala Dinas Sosial Kab Bandung Nina Setiana mengungkapkan sejak tahun 2006 silam pihaknya sudah menangani pasien Asep. Menurut Nina, pasien pun sudah ter-cover BPJS Kesehatan dan selalu dikunjungi ku dokter dari Puskesmas.
“Orangtuanya berharap ada bantuan perbulan dari pemerintah. Tapi ingin semua halnya dibantu, termasuk biaya hidup. Selama ini sudah dapat bantuan dari Dinas Sosial untuk kebutuhan sehari-harinya. Bahkan orangtuanya sudah mendapat bantuan rehab rutilahu. Pasien juga sudah ter-cover BPJS dan sudah dirujuk ke Rumah Sakit Soreang ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Hanya keluarganya tidak mau dirujuk ke RSHS, dengan alasan tidak punya biaya hidup selama menjaga anaknya di rumah sakit,” ungkap Nina kepada Balebandung.com, Kamis (5/7/18).
Manajer Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Dinsos Kab Bandung, Nia Nindyawati menambahkan, fasilitator SLRT dan Puskesmas sudah beberapa kali melakukan visit. Hanya yang jadi kendala, kata Nia, keluarganya enggan pasien dirawat di RSHS, dengan alasan biaya operasionalnya.
“Kita tetap upayakan bagaimana hasil diagnosa RSHS. Hari ini kita bujuk keluarga pasien dengan bantuan Dinkes melalui Puskeling untuk kita rujuk ke RSHS. Sekarang petugas sedang di lokasi,” pungkas Nia. ***