
BANDUNG – Bebasnya mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap (PMPTSA) Kota Bandung, Dandan Riza Wardana disambut hangat keluarga dan kerabat dekatnya. Tak hanya keluarga dan kerabat, sejumlah tokoh masyarakat juga turut hadir menyambut Dandan di kediamannya di Jalan Zam-zam, Cijagra, Kota Bandung, Rabu (6/12/2017).
Tampak hadir di kediamannya tokoh Jawa Barat, Tjetje Hidayat Padmadinata, Ketua Umum Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Noery Ispandji , dan Ketua PC Pagar Nusa NU Kota Bandung, Asep Hadian Permana di kediaman Dandan.
Mereka mengaku sangat berbahagia atas bebasnya Dandan.
Tjetje mengaku menyambut gembira Dandan mendapatkan lagi kebebasannya. “Saya rasa kasus yang menimpa Dandan ada unsur kriminalisasi. Tapi apa pun itu, kita bersyukur Dandan sudah bisa kembali bersama kita,” kata Tjetje Hidayat Padmadinata.
Menanggapi dukungan tersebut, Dandan mengaku hal tersebut sangat membesarkan hatinya. “Dukungan dari keluarga, kerabat, para tokoh ini sangat membesarkan hati, sangat berarti buat saya,” ucapnya. Dandan mengungkapkan kehadiran para sesepuh, para tokoh di kediamannya merupakan kejutan buatnya.
“Ini jadi suprise buat saya, karena memang saya diberitahu pembebasan juga mendadak tadi pagi (Rabu, 6/12) sekitar jam 09.00 WIB saya diberitahu, saya keluar dari dari rutan jam 10, kemudian keluar dari Bapas Bandung jam 12.30 WIB. Dari situ saya langsung ke mesjid sujud syukur, kemudian makam almarhum papih (mantan Wali Kota Bandung Ateng Wahyudi) di Caringin, pas sampai di rumah wah.. sudah pada ngumpul, para tokoh termasuk wartawan dan keluarga. Ini suprise buat saya,” kata dia.
Selama mendekam di Rutan Kebonwaru Bandung, Dandan menganggap dirinya sedang menjalani pendidikan. “Kuncinya itu mindset saya lagi pendidikan aja selama menerima dan menjalani masa tahanan. Saya perbanyak ibadah dan olahraga di tahanan tuh, sekarang saya lebih kuat,” ungkapnya.
Disinggung tentang kelanjutan karir birokrasi maupun organisasi seperti di AMS, Dandan belum bersedia memberikan tanggapan. “Saat ini saya akan fokus kepada keluarga saya, pesantren saya, dan usaha saya,” kata Dandan.
Dandan pun merasa dukungan dari keluarganya yang luar biasa. Erni Rusyani Ernawan, kakak kandung dari Dandan mengatakan, pihak keluarga merasa yakin Dandan akan segera bebas. “Soalnya dari dulu kami yakin adik saya ini tidak bersalah. Kasus seperti yang menimpa adik saya ini bisa menimpa kepada siapapun,” tukas Erni.
Diberitakan sebelumnya, Kepala DPMPTSP Kota Bandung Drs. H. Dandan Riza Wardana, M. Si, terkena operasi tangkap tangan (OTT) Tim Saber Pungli Satreskrim Polrestabes Bandung di kantornya sendiri di Jalan Cianjur Nomor 34 Bandung, sekitar pukul 17. 45 WIB, Jumat (27/11/17).