Ketua TP PKK Sebut Ibu Berperan Membangun Ketangguhan Keluarga Menghadapi Bencana

oleh -30 Dilihat
oleh
Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Supriatna saat menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi desa tangguh bencana di Aula Desa Cileunyi Kulon Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, Senin (15/8/2022).

CILEUNYI, balebandung.com – Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Supriatna turut memberikan edukasi kepada sejumlah pihak dalam kegiatan sosialisasi desa tangguh bencana (destana) di Aula Desa Cileunyi Kulon Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, Senin (15/8/2022). Kegiatan tersebut dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Cileunyi, Pemerintah Desa Cileunyi Kulon dan unsur lainnya.

Emma Dety dalam sosialisasi itu lebih kepada memberikan edukasi berkaitan dengan peranan ibu dalam membangun ketangguhan keluarga dan masyarakat menghadapi bencana. Selain itu, gerakan kesiapsiagaan, hari kesiapsiagaan bencana #siapuntuk selamat.

Didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama dan Camat Cileunyi Agus Rizal, Emma Dety mengatakan, peranan ibu sangat besar dalam pencegahan bencana. “Dalam tanggap bencana, tak hanya dimiliki bapak-bapak, tapi harus dimiliki juga oleh ibu-ibu semua yang harus berperan dalam kesiapsiagaan bencana,” kata Emma Dety, istri Bupati Bandung HM Dadang Supriatna ini.

Ia berharap di Kabupaten Bandung, jauh dari kejadian bencana yang tak diharapkan.

“Di Kabupaten Bandung itu rawan bencana banjir, longsor dan paling sekarang ini harus diwaspadai angin puting beliung. Bencana angin puting beliung itu tak mengenal kapan bencana itu datang, baik siang maupun malam. Yang namanya bencana itu tak bisa menawar,” kata Emma Dety.

Termasuk, imbuh Emma Dety, gempa bumi kapan pun bisa terjadi, baik siang maupun malam disaat masyarakat sedang beraktivitas maupun saat beristirahat di rumah masing-masing. Sedangkan di Desa Cileunyi Kulon, rawan bencana banjir di bagian dataran rendah, sedangkan di bagian atas rawan bencana longsor.

“Bencana banjir itu bisa disebabkan oleh perbuatan kita sendiri. Kita belum menyadari pentingnya memilah dan memilah masalah sampah,” katanya.
Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang hadir dalam sosialisasi itu, Emma Dety juga kemana pun pergi selalu membawa tambler, bahwa tambler itu dapat mengurangi sampah plastik.

Baca Juga  Bunda Literasi Kab Bandung Hibur Anak-anak Terdampak Banjir Dayeuhkolot

“Pak Bupati Bandung pernah menyarankan, untuk mengurangi penggunaan plastik dalam upaya mengurangi sampah plastik, dan lebih mengutamakan penggunaan barang yang bisa dipakai ulang,” tuturnya.

Ia pun mengungkapkan di Kabupaten Bandung selain rawan banjir dan longsor, juga rawan gempa bumi karena Kabupaten Bandung berada di deretan pegunungan aktif dan lautan yang ada di kawasan Jabar selatan.

“Disaat ada bencana gempa akan terasa karena di kelilingi laut selatan. Termasuk gunung aktif bisa menjadi salah satu penyebab gempa bumi,” ujarnya.

Emma Dety berharap pelaksanaan pelatihan ini bisa dirasakan oleh keluarga masing-masing dari peserta sosialisasi itu, terkait dengan tangguh bencana. “Supaya mereka paham dalam menghadapi bencana. Mereka turut memberikan edukasi kepada warga sekitar, termasuk kepada keluarganya,” ujatnya.

Ia pun mengungkapkan disaat terjadi bencana sering kali pemerintah yang disalahkan. Untuk itu, sosialisasi ini sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam tanggap bencana.

“Untuk diketahui, bahwa perempuan dan anak yang berisiko dalam menghadapi bencana. Saat terjadi bencana tsunami di Aceh, banyak ibu yang memeluk anak,” katanya.

Menurutnya, dalam kebencanaan itu, antara 28-31 persen diselamatkan oleh orang lain maupun keluarga masing-masing.

“Yang paling rentan dalam bencana itu, di antaranya ibu hamil, orang tua, lansia, anak yang menjadi korban. Penyandang disabilitas, tunanetra, tak punya kaki, rawan menjadi korban bencana. Untuk itu, mereka harus menjadi perhatian bersama,” tuturnya.

Dikatakannya, disaat banjir harus ada titik aman untuk evakuasi, termasuk saat terjadi longsor harus ada lapangan luas yang aman dari lokasi bencana tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.