CIPARAY, Balebandung.com – Puluhan penggemar Merpati Tinggi yang tergabung dalam Komunitas Lapak Tatar, di Desa Pakutandang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung mendeklarasi dukungan kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Calon Presiden RI di Pemilu 2024.
Dukungan mereka deklarasikan kepada Gus Muhaimin karena PKB telah memberikan perhatian kepada komunitas ini untuk menyalurkan hobinya.
“Kami haturkan terimakasih atas perhatian PKB terhadap penghobi merpati tinggi, khususnya kepada Ketum PKB Gus Muhaimin sehingga kami bersimpati dan mendukung beliah untuk menjadi capres di Pemilu 2024,” ungkap Wa Adang, sesepuh Komunitas penghobi Merpati Tinggi Lapak Tatar, di Desa Pakutandang, Ciparay, Jumat (14/7/2023).
Menurutnya sosok Gus Muhaimin adalah sosok generasi muda yang familiar dan mampu mewakili semua kalangan dan komunitas di Indonesia. Mereka pun menilai Gus Muhaimin merupakan sosok figur pimpinan nasional yang merakyat, yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap berbagai kegemaran masyarakat, termasuk adu balap merpati.
Demikian pula dari partainya, PKB yang benar-benar merupakan partai terbuka bagi semua komunitas maupun kelompok apapun, yang peduli terhadap pembangunan perkotaan sampai ke pelosok desa.
Menurutnya, Gus Muhaimin yang merupakan cicit dari salah satu pendiri NU, KH. Bisri Syansuri itu mempunyai banyak potensi dari rekam jejak sebagai aktivis, pejabat publik, hingga keturunan pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
“Sehingga kami penghobi Merpati Tinggi Lapak Tatar Pakutandang Ciparay, siap mendukung dan mensukseskan Gus Muhaimin sebagai capres di Pemilu 2024. Kami akan mengawal aspirasi ini dan menyosialisasikannya kepada berbagai elemen masyarakat lain,” tandas Adang.
Adang juga berharap ke depan ada event kejuaraan nasional (Kejurnas) Balap Merpati yang diikuti peserta dari seluruh penjuru tanah air.
“Komunitas pencinta merpati balap dengan berbagai variannya banyak tersebar di tanah air. Mereka tentu membutuhkan wadah perlombaan untuk level nasional, sehingga upaya memelihara dan merawat merpati ada saluran ekspresinya,” jelas Adang.
Ia mengungkapkan adu balap merpati banyak digemari berbagai lapisan masyarakat. Selama ini telah digelar berbagai perlombaan merpati dengan banyak hadiah.
“Perlombaan atau kejuaraan seperti ini juga memicu munculnya banyak komunitas yang merawat dan mengembangkan merpati,” terang Adang.
“Di level komunitas ini memelihara merpati kolong tidak sekadar hobi tetapi melainkan juga sebagai profesi yang menghasilkan keuntungan ekonomi keluarga,” imbuhnya.***