
JATINANGOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta agar lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memulai karir mereka di tingkat kecamatan. Pihaknya akan merancang jenjang kerja para pamong praja muda ini agar sistemik sesuai dengan Undang-undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN).
“Lulusan IPDN akan mendapat penempatan kerja secara acak. Mayoritas di kecamatan. Pak Rektor sudah mulai menyiapkan dengan detail sampai ke kelurahan dan desa,” kata Tjahjo usai pelantikan pamong praja muda IPDN di Kampus IPDN Jatinangor, Senin (8/8/16).
Menurutnya hal itu penting agar para pamong praja muda dapat mengawali karirnya dan bekerja dengan konsentrasi penuh pada tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Langkah awal yang dilakukan, yaitu dengan menugaskan seluruh pamong praja muda lulusan IPDN, terutama yang telah diwisuda pada Minggu (7/8) kemarin, ini ke seluruh kecamatan di Indonesia. “Kali ini seluruh lulusan IPDN harus siap ditugaskan di seluruh kecamatan di Indonesia,” tandasnya.
Tjahjo mengatakan wisudawan/i yang berjumlah 2.143 orang ini sudah melalui proses pendidikan, termasuk mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) di tengah-tengah masyarakat daerah. Dengan begitu tahun depan mereka mampu menjadi aparatur daerah yang baik.
Para praja IPDN diyakini telah memiliki setidaknya triple competency knowledge, yaitu, kompetensi teoritik ilmu pemerintahan, kompetensi empirik dan kompetensi legalistik. “Ketiga komptensi tersebut ditanamkan melalui proses pengajaran, pelatihan dan pengasuhan (jarlatsuh), termasuk di dalamnya melalui proses semangat revolusi,” pungkas Tjahjo. [iwa]