
CICALENGKA, Balebandung.com – Anggota DPRD Kabupaten Bandung Dapil IV Mochamad Lutfhi Hafiyyan mengapresiasi target pencetakan 223.000 KTP elektronik (e-KTP) dan adminiatrasi kependudukan yang ditetapkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bandung. Menurut Luthfi, pelayanan pencetakan e-KTP dengan pola jemput bola ke tiap kantor desa mendapat respon baik dari masyarakat.
“Pelayanan jemput bola seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Pertama masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke Kantor Disdukcapil Kabupaten Bandung di Soreang, maupun ke kantor kecamatan mereka masing-masing. Ini sangat bagus dalam rangka pelayanan yang prima kepada masyarakat,” ucap Luthfi saat meninjau pelayanan kependudukan di Desa Babakan Peuteuy dan Desa Cikuya Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, Rabu (19/2/2020).
Apalagi selama ini, imbuh Luthfi, warga Kabupaten Bandung masih banyak yang hanya mengandalkan Suket dalam mengurus berbagai hal yang membutuhkan syarat administrasi kependudukan, akibat ketiadaan blanko e-KTP. “Dapat dilihat hari ini masyarakat penuh sesak mengurus administrasi di desa,” ungkapnya.
Mananggapi target cetak e-KTP, sebanyak 223.000 blanko, Lutfhi berharap hal tersebut dapat terealisasi tanpa hambatan. “Pelayanan ini perlu terus digiatkan dan ditingkatkan, termasuk dalam hal sosialisasinya. Sebab, masih banyak warga yang belum punya e-KTP. Kita apresiasi kinerja Disdukcapil, sehingga target cetak bisa sebanyak itu,” imbuhnya.
Menurutnya e-KTP merupakan salah satu hal yang penting untuk masyarakat, sebab kebutuhan masyarakat saat ini tidak bisa lepas dari syarat e-KTP. Ia memisalkan pelayanan perbankan, pendidikan, jaminana sosial dan lain lain basic datanya pasti membutuhkan syarat e- KTP maupun KK.
“Semuanya bermuara pada e-KTP atau Kartu Keluarga sebagai data dasar dalam mengurus apapun hari ini. Maka masalah e-KTP ini harus rampung tahun ini, apalagi Kabupaten Bandung akan menggelar Pilkada 23 September 2020,” ungkapnya.
Camat Cicalengka Entang Kurnia menyebutkan, dari total 12 desa di kecamatannya, semua desa akan melakukan pelayanan pencetakan administrasi kependudukan dengan dijemput ke kantor desanya untuk pelayanan Yanduk.
“Semua desa akan melaksanakan pelayanan administrasi kependudukan, yang dijemput ke desa, jadwalnya sudah saya sebarkan di media sosial,” kata Endang.***