
MARGAHAYU – Kecamatan Margahayu akan mewakili Kabupaten Bandung dalam penilaian sinergitas kinerja kecamatan tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam waktu dekat. Bupati Bandung H. Dadang M.Naser,SH,S.Ip.,M.Ip menyatakan dirinya mendorong percepatan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Bandung melalui kerja sabilulungan.
Bupati mengungkapkan, dalam rangka meningkatkan akselerasi atau percepatan pelaksanaan program kegiatan untuk pembangunan, diperlukan adanya inovasi dan kreativitas aparat di wilayah yang dijalankan dengan Gerakan Sabilulungan/ Selama proses pembangunan yang dilakukan ke wilayah Kabupaten Bandung, banyak potensi, inovasi serta kreativitas pemerintah daerah dan warga yang harus saling bersinergis.
“Dengan kerja sabilulungan tentunya akan mendukung percepatan pembangunan di wilayah, peningkatan pelayanan publik, juga kebersamaan dalam menciptakan kondisi kabupaten Bandung yang aman, nyaman, bersih dan sehat,” kata bupati.
Dia menandaskan, untuk mewujudkan percepatan pembangunan bukan hal mudah. Dibutuhkan kerja keras bersama secara sabilulungan bahu membahu antara peran serta pemerintah dan masyarakat melalui peningkatan partisipasi juga memberdayakan sumber daya lokal masyarakat secara mandiri.
“Kepada camat agar bisa menjalankan program sesuai dengan peruntukannya, sehingga pembangunan benar-benar bisa dirasakan masyarakat. Jalin komunikasi yang harmonis antara Pemkab, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemerintah Desa, BPD, pihak swasta serta masyarakat, untuk bekerja bersama membangun Kabupaten Bandung,” kata Bupati.
Inovasi ini dilakukan oleh para aparat wilayah selama bertujuan untuk mendorong kesinambungan koordinasi dan keterpaduan kinerja antar penyelenggara pemerintah di Kecamatan.
“Tujuannya ya untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan, mengembangkan kemampuan motivasi kreativitas dan inovasi dalam mengakselerasi penyelenggaraan program pembangunan terkait peningkatan pelayanaan publik, dan meningkatan kapasitas aparatur kecamatan dalam menyelenggarakan pelayanan dasar dan pengendalian potensi perekonomian masyarakat diwilayahnya,” urai Dadang Naser.
Menanggap hal tersebut, Camat Margahayu M. Usman,S.Sos.M.Si menyatakan, sebagai aparatur pengabdi masyarakat tentunya harus terus berupaya memperbaiki kinerja. Salah satu upaya tersebut lanjutnya, dengan melakukan inovasi untuk mempercepat pembangunan di wilayah yang dia pimpin.
“Golnya adalah pelayanan publik yang terus membaik. Karenanya, camat ditekankan untuk melakukan inovasi-inovasi di wilayah. Nantinya tidak ada lagi masyarakat yang bilang aduh, ah, atau keluhan lainnya di kecamatan. Masuk kecamatan senyum, keluarpun senyum. Inovasi itu harus terus dilakukan, jangan yang biasa-biasa saja kalau mau pembangunan cepat, apalagi soal pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dirinya menambahkan guna meningkatkan kinerja kecamatan, pihaknya telah melakukan penguatan pada empat aspek mendasar. “Penguatan terfokus pada empat aspek, yakni penguatan regulasi, penguatan aspek anggaran, penguatan aspek penyediaan sarana prasarana yang memadai, dan penguatan aspek sumber daya manusia,” tambah Usman.
Dia menyebutkan, beragam inovasi yang dilakukan di Kecamatan Margahayu diantaranya Smart Innovation Collaborative Governance (SICG), yakni inovasi untuk tata kelola pemerintahan yang baik dengan kolaborasi sabilulungan. Artinya dalam menjalankan program pemerintahan, dukungan dari masyarakat dan pihak swasta hadir dengan sendirinya.
“Selain itu ada juga Smart Public Service seperti pelayanan publik secara online, fasilitas khusus untuk penyandang disabilitas, Kualitas PATEN (Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan), produk unggulan yang terintegrasi, MAPS (Margahayu Ayo Pilah Sampah) yakni dari 72 RW yang ada, 30% nya sudah memiliki bank sampah mandiri , ini tentunya mendukung program prioritas Pemkab Bandung yakni pembangunan di bidang lingkungan,” sebut Usman.
Inovasi lain yang dilakukan Kecamatan Margahayu yaitu hadirnya Laboratorium Pemerintahan Desa dan Kecamatan, MARGAHAYU FAIR ke-1 dan ke-2, Kampung Tematik, Rapat Minggon, Literasi Media Boneka, Advokasi Jajanan Sehat, Sekolah Sehat, Pasar Sehat.
Dia berharap, semua inovasi yang dilakukan akan berdampak pada percepatan pembangunan di Kabupaten Bandung, khususnya di Kecamatan Margahayu. Bukan untuk raihan kemenangan apapun, Usman berpesan ikhtiar yang diupayakan seluruh pihak yang mendukung menjadi prinsip dasar dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Prinsip kami, ikhtiar saja semaksimal mungkin, apalagi ini tugas pengabdian kepada masyarakat. Soal menang atau kalah itu mah bonus, yang penting semua prestasi ini merupakan dedikasi kepada rakyat Kabupaten Bandung. Kalau dapat peringkat terbaik semoga bisa memotivasi dan menginspirasi untuk terus berinovasi,” pungkasnya.***