
MAJALENGKA – Generasi milenial Kabupaten Majalengka menyerukan masyarakat Jawa Barat untuk memilih Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin-Anton Charlyan atau dikenal dengan Hasanah pada Rabu 27 Juni 2018 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di daerahnya masing-masing.
Seruan tersebut disampaikan usai menghadiri kampanye akbar Paslon Bupati Majalengka Karna-Tarsono, di Alun-alun Surawangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, belum lama ini. Turut hadir pada kampanye akbar TB Hasanuddin (Kang Hasan) selaku Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.
Salah satu perwakilan Milenial, Selly mengungkapkan, Kang Hasan merupakan sosok yang layak untuk memimpin Jawa Barat lima tahun ke depan. Menurutnya, pengalaman Kang Hasan sebagai mantan ajudan untuk lima presiden dan wakil presiden adalah modal untuk menjalankan roda pemerintahan.
“Kang Hasan juga seorang Mayor Jendral TNI dan mantan pimpinan Komisi Satu DPR RI, itu cukup sekali pengalamannya untuk memimpin Jabar,” ungkap Selly. Ia berharap, Hasanah mampu mewujudkan rakyat Jawa Barat yang terjamin kesejahteraannya.
Selain itu, generasi milenial seperti dirinya, lanjut Selly, mendapat perhatian untuk menampung kreatifitas anak muda dan turut berkontribusi membangun daerah. “Anak-anak muda juga harus dilibatkan dalam pembangunan daerah, dan melalui Hasanah kami yakin bisa,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam orasinya, Kang Hasan menyampaikan, agar masyarakat Jawa Barat khususnya Majalengka untuk menolak cara-cara curang yang dilakukan oleh para oknum untuk memenangkan pilihannya, seperti politik uang atau sejenisnya.
“Jangan menjual nasib kita lima tahun kedepan hanya dengan uang tak seberapa,” ungkap Kang Hasan, sapaan akrabnya dihadapan ribuan relawan dan pendukung yang hadir.
Purnawirawan Jendral TNI AD tersebut menegaskan, politik uang hanya akan mencederai demokrasi di Jawa Barat. Menurutnya, hal tersebut harus dihilangkan yang dimulai dari rakyat sebagai pemilik hak suara dalam menentukan pilihan. Oleh karenanya, Kang Hasan mengajak masyarakat untuk berani melawan politik uang yang terjadi di daerahnya.
“Politik uang harus kita lawan, demokrasi harus kita tegakan, aturan harus kita junjung tinggi,” tegas Jendral Bintang Dua itu. ***