Alkisah, 16 Agustus 1945, pada malam yang sama, 72 tahun yang lalu. Adalah takdir Tuhan bahwa peristiwa ini akan jatuh di hari keramat-Nya. Proklamasi akan berlangsung tanggal 17. Revolusi akan mengikuti setelah itu.”
“Sekarang! Ini saatnya!”, lagi-lagi mereka mendesak dengan tidak sabar, “Sekarang, selagi moral orang-orang Jepang sedang merosot dan semangat mereka hancur. Sekarang mereka dalam keadaan putus asa. Sekarang kita harus angkat senjata!”.
Itulah petikan Monolog Bung Karno “Besok atau Tidak Sama Sekali ” dibawakan oleh Wawan Sofwan, dimeriahkan “Keroncong Midaleudami”.
Sudah lebih dari 15 tahun Wawan Sofwan membawakan pidato-pidato Bung Karno, mewartakannya ke berbagai belahan dunia. Kini monolognya akan mengisahkan saat-saat persiapan Bung Karno menjelang pembacaan teks Proklamasi Republik Indonesia.
Di sebuah ruang lengang, dia mengingat kembali perjuangan-perjuangannya. “..setiap orang bersedia memberikan nasihat, tetapi jika datang saatnya untuk bertindak, kalian menahan diri dari tanggung jawab dan menudingkan jarimu kepadaku..
Rabu 16 Agt 2017
pk. 19.30 WIB
di NuArt Sculpture Park
,Jl. Setraduta Raya L-6 Bdg
(Bebas HTM, no reservation)
Info IG @nuartpark
T. 022-2020414