SOREANG,balebandung.com – Jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil operasi antik (anti narkotika) dan operasi pekat (penyakit masyarakat) di Dome Bale Rame Soreang, Kamis (22/12/2022). Barang bukti yang dimusnahkan itu, yakni 23.861 botol minuman keras (miras), 2,7 kg sabu, 6,6 kg ganja, dan 5.000 liter tuak. Ratusan knalpot bising juga turut dimusnahkan.
Pemusnahan barang bukti itu langsung dilakukan oleh Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo, Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna, juga dari Pengadilan Negeri Bale Bandung dan jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung lainnya.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo mengatakan bertepatan dengan gelar apel pasukan Operasi Lilin Lodaya jelang Hari Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Forkopimda Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti hasil operasi antik (anti narkotika) dan operasi pekat (penyakit masyarakat).
“Kami menghancurkan 23.861 botol lebih minuman keras alkohol, 5000 liter tuak, kemudian narkotika jenis sabu 2,7 kg, dan juga ganja sebanyak 6,6 kg. Ganja ini yang ditanam di dalam tanah di tengah hutan di Arjasari. Alhamdulillah berkat dukungan Forkopimda dan Pak Bupati Bandung, juga masyarakat dan tokoh agama, dan netizen yang menginformasikan kepada kami, sehingga dalam kurun waktu tidak lebih dari dua bulan, kami bisa mengamankan barang bukti tersebut,” tutur Kusworo kepada wartawan di sela-sela pemusnahan barang bukti itu di Dome Bale Rame Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (22/12/2022).
Kapolresta Bandung berharap pelaksanaan Hari Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 terhindar dari pesta miras ataupun narkoba.
Kusworo mengatakan, dalam pelaksanaan operasi antik dan pekat itu, yang obyeknya adalah premanisme, kejahatan jalanan, miras, kemudian narkoba.
“Berawal dari miras itu, bisa timbul penganiyaan, timbul pengeroyokan, timbul penusukan, timbul pembunuhan dan lain sebagainya,” katanya.
Kapolresta Bandung berharap dengan mengamankan miras dan narkoba sebanyak itu, mudah-mudahan masyarakat Kabupaten Bandung terjauhkan dari hal-hal maksiat dan kriminalitas.
“Ini tidak mungkin bisa terwujud, kita mengamankan sekian banyak barang bukti tanpa peran serta Forkopimda dan peran serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan juga masyarakat Kabupaten Bandung lainnya,” tuturnya.
Ia mengungkapkan informasi itu di antaranya didapat juga dari netizen, Jumat curhat, WhatsApp, Instagram, sehingga terkumpul sekian banyak barang bukti yang dimusnahkan tersebut. “Ini ada dukungan dan kerjasama dari Forkopimda dan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bandung HM Dadang Supriatna mengucapkan terima kasih kepada Kapolresta Bandung dan jajarannya, yang mana sudah bisa bekerja keras dengan cepat dan gerakan yang luar biasa.
“Tentunya dengan inovasi-inovasi yang sangat luar biasa, dengan program curhatnya di hari Jumat, dan menerima informasi melalui netizen dan WhatsApp (WA), tentunya sangat membantu para petugas dan Kapolresta Bandung,” tuturnya.
Hasil kerja keras itu, Bupati Dadang Supriatna mengatakan, sebanyak 23.000 botol lebih miras turut dimusnahkan, 5000 liter minuman tuak, 2,7 kg sabu dan 6,6 kg ganja. “Tentu ini, bukan hal mudah untuk melaksanakan operasi ini,” katanya.
Dadang Supriatna berharap, mudah-mudahan dengan adanya langkah-langkah dan upaya ikhtiar Kapolresta Bandung dan jajarannya, serta Forkopimda Bandung, tokoh masyarakat, tokoh agama, atas dukungan dan supportnya, bisa mengurangi tindakan kriminal di Kabupaten Bandung.
“Selama ini kondisi di Kabupaten Bandung, dalam kondisi aman, nyaman, tentram dan bisa terkendali,” katanya.***